Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[KLARIFIKASI] Video Ronaldo Ucapkan Kalimat Syahadat adalah Konten AI

Kompas.com, 31 Maret 2026, 19:08 WIB
Tim Cek Fakta

Penulis

klarifikasi

klarifikasi!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini.

KOMPAS.com - Sebuah video di media sosial mengeklaim bintang sepak bola, Cristiano Ronaldo mengucapkan kalimat syahadat. Pemain asal Portugal itu diklaim telah memeluk agama Islam.

Namun setelah ditelusuri, video itu merupakan hasil manipulasi artificial intelligence (AI).

Narasi yang beredar

Video yang mengeklaim Cristiano Ronaldo mengucapkan kalimat syahadat dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini. 

Dalam video itu, Ronaldo tampak menangis dan memeluk seorang pria berpakaian khas muslim.

Salah satu akun menulis keterangan demikian:

Masyallah

CRISTIANO RONALDO MASUK ISLAM

Hidayah termahal pada tahun 2026 ini jatuh kepada pemain sepak bola termahal christiano ronaldo yang telah mengucapkan dua kalimat syahadat,,,,, Masya Allah,,, Alhamdulilah,,, merinding melihatnya.....

Video yang mengeklaim Ronaldo mengucapkan kalimat syhadatAkun Facebook Video yang mengeklaim Ronaldo mengucapkan kalimat syhadat
Penelusuran Kompas.com

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com tidak ada informasi maupun pemberitaan kredibel Ronaldo memutuskan masuk Islam pada 2026.

Di media sosial milik Ronaldo juga tidak ditemukan informasi tersebut.

Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian memastikan keaslian video tersebut menggunakan Hive Moderation. Tool tersebut dapat mendeteksi sebuah video yang dihasilkan oleh AI atau bukan.

Setelah dicek, video yang mengeklaim Ronaldo mengucapkan kalimat syahadat dan memutuskan masuk Islam merupakan rekayasa AI.

Probabilitas konten itu sebagai AI generatif mencapai 94,4 persen.

Hasil pemeriksaan Hive Moderation terhadap video yang mengeklaim Ronaldo mengucapkan kalimat syahadatHive Moderation Hasil pemeriksaan Hive Moderation terhadap video yang mengeklaim Ronaldo mengucapkan kalimat syahadat

Hoaks yang mengeklaim Ronaldo masuk Islam telah beredar sejak akhir 2022.

Konten itu muncul usai Ronaldo memutuskan bermain di klub Arab Saudi Al-Nassr. Penelusuran Kompas.com bisa di sini dan di sini.

Kesimpulan

Video yang mengeklaim Cristiano Ronaldo mengucapkan kalimat syahadat merupakan konten hasil manipulasi.

Adapun video itu merupakan hasil manipulasi AI. Tidak ada informasi valid Ronaldo masuk agama Islam. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
[HOAKS] Pigai Sebut Yaqut Tidak Melanggar HAM karena Korupsi Sesuai Prosedur
[HOAKS] Pigai Sebut Yaqut Tidak Melanggar HAM karena Korupsi Sesuai Prosedur
Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Foto Ronaldo Bentangkan Bendera Portugal Diedit Jadi Bendera Palestina
[KLARIFIKASI] Foto Ronaldo Bentangkan Bendera Portugal Diedit Jadi Bendera Palestina
Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Hoaks Bandara Terbesar di AS Hancur Lebur, Simak Faktanya
INFOGRAFIK: Hoaks Bandara Terbesar di AS Hancur Lebur, Simak Faktanya
Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Bahlil Sebut PLN Merugi karena Rakyat Tidak Hemat Listrik
[HOAKS] Bahlil Sebut PLN Merugi karena Rakyat Tidak Hemat Listrik
Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Dirjen Bimas Hindu Umumkan Bantuan Rp 15,2 Miliar
[HOAKS] Dirjen Bimas Hindu Umumkan Bantuan Rp 15,2 Miliar
Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Video Ribuan Burung di Texas, Bukan Gagak di Tel Aviv
[KLARIFIKASI] Video Ribuan Burung di Texas, Bukan Gagak di Tel Aviv
Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Kemenaker Mulai Salurkan BSU Rp 600.000
[HOAKS] Kemenaker Mulai Salurkan BSU Rp 600.000
Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Hoaks Prabowo Nyatakan Indonesia Siap Berperang, Simak Bantahannya
INFOGRAFIK: Hoaks Prabowo Nyatakan Indonesia Siap Berperang, Simak Bantahannya
Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Video Ronaldo Ucapkan Kalimat Syahadat adalah Konten AI
[KLARIFIKASI] Video Ronaldo Ucapkan Kalimat Syahadat adalah Konten AI
Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Muncul Hoaks Wapres Gibran Pernah Bertemu Ayatollah Ali Khamenei
INFOGRAFIK: Muncul Hoaks Wapres Gibran Pernah Bertemu Ayatollah Ali Khamenei
Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Video Serangan Drone di Bahrain, Bukan Citibank Dubai
[KLARIFIKASI] Video Serangan Drone di Bahrain, Bukan Citibank Dubai
Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Tautan untuk Akses Bantuan Budi Daya Ikan dari Dinas Perikanan
[HOAKS] Tautan untuk Akses Bantuan Budi Daya Ikan dari Dinas Perikanan
Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Foto Ini Kecelakaan pada 2018, Bukan Arus Balik 2026
[KLARIFIKASI] Foto Ini Kecelakaan pada 2018, Bukan Arus Balik 2026
Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Video Ini adalah Momen Anies Berkunjung ke Rumah AHY pada 2023
[KLARIFIKASI] Video Ini adalah Momen Anies Berkunjung ke Rumah AHY pada 2023
Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Ayu Ting Ting Meninggal Dunia pada Maret 2026
[HOAKS] Ayu Ting Ting Meninggal Dunia pada Maret 2026
Hoaks atau Fakta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau