Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[HOAKS] Tautan untuk Akses Bantuan Budi Daya Ikan dari Dinas Perikanan

Kompas.com, 31 Maret 2026, 15:38 WIB
Tim Cek Fakta

Penulis

hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Di media sosial beredar tautan mengatasnamakan Dinas Perikanan dan diklaim untuk akses bantuan budi daya ikan air tawar.

Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi itu hoaks dan tautan yang dibagikan adalah modus pencurian data pribadi.

Narasi yang beredar

Tautan mengatasnamakan Dinas Pertanian dan diklaim untuk akses bantuan budi daya ikan air tawar dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini, pada Maret 2026.

Berikut narasi yang dibagikan:

Program DINAS PERIKANAN BANTUAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR.

-BENIH IKAN AIR TAWAR (NILA, EMAS, LELE, BANDENG & PATIN)
-PAKAN IKAN AIR TAWAR
-POMPA AIR DAN KOLAM BIOFLOK

ANGGARAN 2026. klik link di bawah untuk mendapatkan bantuan budidaya ikan

Hoaks, tautan untuk akses bantuan budidaya ikan air tawar dari Dinas PertanianScreenshot Hoaks, tautan untuk akses bantuan budidaya ikan air tawar dari Dinas Pertanian

Penelusuran Kompas.com

Informasi bantuan budi daya ikan air tawar merupakan hoaks yang telah berulang kali beredar sejak 2025, dan telah dibantah oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

KKP telah mengimbau masyarakat untuk mewaspadai hoaks tersebut melalui unggahan akun Instagram resmi, 23 April 2025.

"Dengan maraknya penipuan yang mengatasnamakan Kementerian Kelautan dan Perikanan, kamu harus lebih waspada lagi yaa," demikian imbauan KKP.

Hoaks bantuan budi daya ikan air tawar juga dibantah oleh dinas perikanan, misalnya Dinas Perikanan Kota Semarang, di laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Dinas Perikanan Kota Semarang menegaskan, tidak pernah mengadakan program bantuan budi daya ikan air tawar atau membagikan tautan untuk akses bantuan.

"Karena informasi tersebut bisa saja penipuan yang akan merugikan kamu dan orang-orang di sekitar kamu, selalu pastikan informasi yang kamu terima berasal dari kanal resmi Dinas Perikanan Kota Semarang," demikian imbauan yang disampaikan, pada 8 Desember 2025.

Sementara itu, tautan yang dibagikan oleh akun Facebook tersebut mengarah ke laman yang meminta pengunjung memasukkan nama lengkap dan nomor akun Telegram.

Awas, jangan sampai klik apalagi memasukkan data apa pun ke laman tersebut. Ini merupakan modus pencurian data pribadi atau phishing.

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan mengatasnamakan Dinas Pertanian dan diklaim untuk akses bantuan budi daya ikan air tawar adalah hoaks.

Hoaks tersebut telah berulang kali beredar sejak 2025, dan dibantah oleh KKP. Dinas perikanan, misalnya di Kota Semarang, juga membantah adanya bantuan semacam itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
INFOGRAFIK: Muncul Hoaks Prabowo dan Trump Pamerkan Produk Olahan Babi
INFOGRAFIK: Muncul Hoaks Prabowo dan Trump Pamerkan Produk Olahan Babi
Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Farel Prayoga Meninggal Dunia pada 1 April 2026
[HOAKS] Farel Prayoga Meninggal Dunia pada 1 April 2026
Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Pigai Sebut Yaqut Tidak Melanggar HAM karena Korupsi Sesuai Prosedur
[HOAKS] Pigai Sebut Yaqut Tidak Melanggar HAM karena Korupsi Sesuai Prosedur
Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Foto Ronaldo Bentangkan Bendera Portugal Diedit Jadi Bendera Palestina
[KLARIFIKASI] Foto Ronaldo Bentangkan Bendera Portugal Diedit Jadi Bendera Palestina
Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Hoaks Bandara Terbesar di AS Hancur Lebur, Simak Faktanya
INFOGRAFIK: Hoaks Bandara Terbesar di AS Hancur Lebur, Simak Faktanya
Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Bahlil Sebut PLN Merugi karena Rakyat Tidak Hemat Listrik
[HOAKS] Bahlil Sebut PLN Merugi karena Rakyat Tidak Hemat Listrik
Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Dirjen Bimas Hindu Umumkan Bantuan Rp 15,2 Miliar
[HOAKS] Dirjen Bimas Hindu Umumkan Bantuan Rp 15,2 Miliar
Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Video Ribuan Burung di Texas, Bukan Gagak di Tel Aviv
[KLARIFIKASI] Video Ribuan Burung di Texas, Bukan Gagak di Tel Aviv
Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Kemenaker Mulai Salurkan BSU Rp 600.000
[HOAKS] Kemenaker Mulai Salurkan BSU Rp 600.000
Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Hoaks Prabowo Nyatakan Indonesia Siap Berperang, Simak Bantahannya
INFOGRAFIK: Hoaks Prabowo Nyatakan Indonesia Siap Berperang, Simak Bantahannya
Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Video Ronaldo Ucapkan Kalimat Syahadat adalah Konten AI
[KLARIFIKASI] Video Ronaldo Ucapkan Kalimat Syahadat adalah Konten AI
Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Muncul Hoaks Wapres Gibran Pernah Bertemu Ayatollah Ali Khamenei
INFOGRAFIK: Muncul Hoaks Wapres Gibran Pernah Bertemu Ayatollah Ali Khamenei
Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Video Serangan Drone di Bahrain, Bukan Citibank Dubai
[KLARIFIKASI] Video Serangan Drone di Bahrain, Bukan Citibank Dubai
Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Tautan untuk Akses Bantuan Budi Daya Ikan dari Dinas Perikanan
[HOAKS] Tautan untuk Akses Bantuan Budi Daya Ikan dari Dinas Perikanan
Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Foto Ini Kecelakaan pada 2018, Bukan Arus Balik 2026
[KLARIFIKASI] Foto Ini Kecelakaan pada 2018, Bukan Arus Balik 2026
Hoaks atau Fakta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau