Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polemik Talent Scouting UI 2026, Mental Anak dan Desakan Terima Kembali

Kompas.com, 21 Maret 2026, 15:14 WIB
Sania Mashabi,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Penerimaan mahasiswa baru Universitas Indonesia (UI) jalur seleksi prestasi atau talent scouting menuai polemik di masyarakat.

Pasalnya pada Jumat (17/3/2026), sejumlah wargenet di media sosial (Medsos) X mengaku mengalami perubahan hasil yang dinilai merugikan mereka.

"UI kacau banget asli, tadi banyak yang udah diterima jalur talent scouting terus tiba-tiba eror dan malah ditolak. demi apapun, ini sangat tidak professional dan mencerminkan universitas top 200, kok bisa sistem erornya seperti ini, mohon press release @univ_indonesia," tulis akun @customerpath5a di X dikutip Rabu (18/3/2026).

Baca juga: Kado Idul Fitri 2026 Sebanyak 15.038 Guru PAI Lulus PPG

Merespons kondisi tersebut, Universitas Indonesia (UI) menyampaikan permohonan maaf atas ketidaksesuaian tampilan status hasil seleksi pada sistem pendaftaran Talent Scouting Program Sarjana Kelas Khusus Internasional (S1 KKI) yang terjadi pada 17 Maret 2026.

UI menegaskan, kedepannya akan berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang semakin baik, andal, dan responsif melalui evaluasi serta penyempurnaan berkelanjutan, baik dari sisi teknis maupun komunikasi.

UI juga berupaya memberikan pendampingan yang lebih dekat dan informatif, sehingga setiap calon mahasiswa dapat menjalani proses seleksi dengan percaya diri dan penuh harapan menuju pendidikan terbaik.

Baca juga: Mendikdasmen Ucapkan Selamat Idul Fitri bagi Para Guru, Beri Pesan untuk Ortu Siswa

“Ketidaksesuaian ini terjadi dalam rentang waktu 40 menit setelah sistem menampilkan data yang belum final,” kata Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah dan Internasional Erwin Agustian Panigoro melalui keterangan tertulis, dikutip Kompas.com, Jumat (20/3/2026).

Erwin memahami Momen ini dapat menimbulkan kebingungan dan kekecewaan, terutama bagi pendaftar yang sempat menerima informasi yang belum sesuai.

Oleh karena itu, UI membuka bantuan bagi para pendaftar yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut melalui email sipp@ui.ac.id .

Baca juga: Anak AHY, Almira Tunggadewi Sukses Masuk UI lewat Jalur Talent Scouting 2026

Saat ini, sistem telah kembali normal dan hasil seleksi Talent Scouting Program S1 KKI yang ditampilkan pada halaman pendaftaran.ui.ac.id merupakan hasil seleksi yang final dan resmi melalui proses yang adil dan transparan.

“UI mengecewakan yang dirasakan para pendaftar dan memastikan bahwa calon mahasiswa yang belum lolos bisa mengikuti jalur penerimaan lain, sehingga kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di UI tetap terbuka luas,” ujarnya.

Selain jalur Talent Scouting, tambah Erwin, UI juga membuka pendaftaran melalui jalur nasional Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) pada 25 Maret-7 April 2026.

Baca juga: Jelang TKA 2026, Kemendikdasmen Ingatkan Ortu Pastikan Anak Tidak Tertekan

Kemudian juga akan dibuka pendaftaran jalur mandiri meliputi PPKB pada 15 Mei–19 Juni 2026, Seleksi Jalur Prestasi 4–30 Mei 2026 dan SIMAK Sarjana dan Vokasi pada 8 Mei–5 Juni 2026.

Termasuk jalur Kelas Khusus Internasional meliputi SIMAK KKI Gelombang I pada 2 Maret–2 April 2026, SIMAK KKI Gelombang II pada 4–30 Mei 2026, dan Global Talent KKI pada 3–16 Juli 2026.

Baca juga: Riwayat Pendidikan Michael Bambang Hartono, Bos Besar Djarum dan BCA yang Tutup Usia

Kekhawatiran Orang Tua

Sementara itu, orang tua para calon siswa yang menjadi korban pun kecewa dengan kejadian tersebut.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau