Penulis
KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi memastikan waktu tempuh menggunakan kereta rute Jakarta-Bandung hanya 90 menit atau 1,5 jam.
Hal tersebut dikatakan Dedi usai bertemu Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin.
Dedi mengatakan, waktu tempuh Jakarta-Bandung akan semakin singkat berkat modernisasi jalur rel konvensional.
Eks Bupati Purwakarta ini menyampaikan, modernisasi tidak hanya proyek infrastruktur, tapi juga langkah strategis untuk memperkuat konektivitas Jakarta-Bandung.
Modernisasi jalur rel konvensional juga diharapkan memberikan efek domino untuk kemajuan Jabar.
Baca juga: Setelah Kasus Viral, Guru Rana Siap Terapkan Disiplin Tanpa Kekerasan ala Dedi Mulyadi
Dedi juga menilai, modernisasi rel bakal membuka akses yang lebih efisien untuk mobilitas dunia usaha dan masyarakat.
Dengan begitu, pertumbuhan pariwisata di Bandung Raya dan sekitarnya bakal terdorong.
“Kalau jalur kereta Jakarta–Bandung dimodernisasi, perjalanannya bisa ditempuh hanya dalam satu setengah jam. Tiket sekitar 150 sampai Rp 300 ribu, saya yakin kereta akan selalu penuh,” ujar Dedi dikutip dari Tribunnews, Sabtu (8/11/2025).
“Kita bisa ajak Pemkot Bandung, para pebisnis hotel untuk investasi. Karena orang Jakarta banyak yang berwisata ke Bandung, karena ini akan punya implikasi terhadap perkembangan tingkat kunjungan (wisata). Bisa kita buat saham warga Jabar, nanti warga Jabar nanti punya kereta yang diproduksi di dalam negeri, punya kualitas menggunakan tenaga dalam negeri, ini yang dari Jakarta-Bandung,” tambahnya.
Baca juga: Empat Gagasan Transportasi Dedi Mulyadi: Dari Jakalalana hingga Kereta Kilat Pajajaran
Sementara itu, Bobby menjelaskan bahwa modernisasi rel Jakarta-Bandung tidak untuk membangun lintasan baru.
Modernisasi bakal dilakukan dengan meningkatkan kualitas jalur yang sudah ada.
Untuk mewujudkan hal tersebut, KAI bakal melakukan serangkaian perbaikan teknis.
Fokus utama modernisasi rel dengan memperbaiki rel eksisting, penataan ulang tikungan atau healing dan pengaturan kembali kemiringan jalur.
KAI juga akan menerapkan teknologi tilting pada bogie yang membuat kereta menjadi tetap stabil saat melalui kontur yang berkelok.
Bobby menjelaskan, jalur eksisting memiliki panjang sekitar 150 kilometer dengan estimasi biaya perbaikan Rp 8 triliun.
“Investasi itu mencakup peningkatan kualitas rel, pembangunan terowongan dan jembatan baru di sejumlah titik, serta penyempurnaan sistem double track,” jelas Bobby.
Ia menambahkan, modernisasi rel akan membuat kecepatan dan kenyamanan perjalanan meningkat secara signifikan.
Dengan begitu, KAI tidak perlu mengubah rute lama sarat historis yang selama ini menghubungkan Jakarta-Bandung.
Artikel ini telah tayang di Tribun Jabar dengan judul "Jalur Rel Jakarta–Bandung Akan Dimodernisasi, Dedi Mulyadi Pastikan Perjalanan Hanya 90 Menit".
Baca juga: Dedi Mulyadi Siapkan SE Larangan Hukuman Fisik di Sekolah, Guru akan Didampingi Pengacara
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang