Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Jam Berapa? Ini Jadwal Resmi dari Kemenag

Kompas.com, 19 Maret 2026, 06:30 WIB
Wahyu Wachid Anshory

Editor

KOMPAS.com - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag), Abu Rokhmad, memastikan bahwa sidang isbat penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Sidang tersebut akan berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta Pusat, pada Kamis, 19 Maret 2026.

“Tidak mungkin dimajukan. Pemantauan hilal dilakukan saat Maghrib, setelah itu baru Sidang Isbat,” ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (18/3/2026).

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa informasi yang beredar mengenai perubahan jadwal sidang isbat tidak benar.

Baca juga: Hari Raya Idul Fitri 2026 NU Jatuh pada Tanggal Ini? Data Hilal Ungkap Faktanya

Hal ini juga diperkuat oleh Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin. Ia menegaskan bahwa kabar mengenai perubahan waktu sidang isbat merupakan informasi tidak benar.

“Hoaks. Sidang Isbat menunggu hasil rukyat setelah Magrib. Tidak mungkin Sidang Isbat Syawal dilaksanakan siang hari,” jelasnya saat dihubungi terpisah.

Bagaimana jadwal resmi sidang isbat 1 Syawal 1447 H?

Kementerian Agama telah menetapkan rangkaian agenda sidang isbat penentuan awal Syawal 1447 H yang akan dilaksanakan pada Kamis, 19 Maret 2026. Adapun susunan kegiatannya sebagai berikut:

  • Pukul 16.30 WIB: Seminar posisi hilal awal Syawal 1447 H secara astronomis. Kegiatan ini bersifat terbuka untuk umum dan dapat disaksikan melalui siaran langsung di kanal YouTube resmi Kemenag serta media sosial Bimas Islam.
  • Pukul 18.45 WIB: Sidang isbat (tertutup). Setelah waktu Magrib, peserta sidang akan membahas hasil rukyatul hilal dari berbagai lokasi di Indonesia serta membandingkannya dengan data hisab.
  • Pukul 19.25 WIB: Konferensi pers pengumuman. Menteri Agama RI akan menyampaikan secara resmi hasil penetapan 1 Syawal 1447 H kepada masyarakat melalui siaran langsung di televisi nasional dan platform digital resmi pemerintah.

Dengan demikian, kabar yang menyebut sidang isbat dimajukan dari jadwal semula tidak sesuai dengan informasi resmi pemerintah.

Baca juga: Sidang Isbat Penentuan Idul Fitri Digelar Besok, Hasil Hilal Jadi Penentu

Mengapa sidang isbat tidak mungkin dimajukan?

Penetapan awal bulan Hijriah, termasuk 1 Syawal, tidak dapat dilakukan sebelum proses rukyatul hilal dilakukan. Pemantauan hilal hanya bisa dilakukan setelah matahari terbenam atau saat waktu Magrib.

Hal ini menjadi alasan utama mengapa sidang isbat tidak mungkin dilaksanakan pada siang hari. Hasil rukyat menjadi salah satu dasar penting dalam pengambilan keputusan, selain data hisab yang telah dihitung sebelumnya.

Dalam menetapkan awal bulan Hijriah, pemerintah menggunakan dua metode utama, yaitu:

  • Hisab, yakni perhitungan matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan.
  • Rukyat, yaitu pengamatan langsung terhadap hilal di berbagai titik pemantauan.

Baca juga: Pengamatan Hilal Sulit Diamati, Peneliti Bosscha: Bulan Terlalu Dekat Matahari

Pendekatan ini merujuk pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 Tahun 2026. Dalam praktiknya, kedua metode tersebut digunakan secara komplementer untuk menghasilkan keputusan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, sidang isbat juga melibatkan berbagai pihak, seperti pakar dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam.

Untuk memperoleh data yang akurat, Kementerian Agama melakukan pemantauan hilal di berbagai wilayah Indonesia.

Terdapat laporan mengenai 117 titik pemantauan yang tersebar di seluruh provinsi, kecuali Bali yang tidak melaksanakan rukyatul hilal karena bertepatan dengan Hari Raya Nyepi.

Baca juga: Tak Ada Pantauan Hilal di Bali, Kemenag: Untuk Hargai Umat Hindu Merayakan Nyepi

Halaman:


Terkini Lainnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Jawa Tengah
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Sumatera Selatan
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Jawa Timur
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Sumatera Barat
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Banten
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Jawa Barat
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Jawa Tengah
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Sulawesi Selatan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Jawa Tengah
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Jawa Barat
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Jawa Timur
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Kalimantan Barat
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Jawa Barat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau