Editor
KOMPAS.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca yang kurang bersahabat di sejumlah destinasi wisata di Jawa Tengah (Jateng) pada hari kedua Lebaran 2026.
Imbauan ini terutama ditujukan bagi wisatawan yang berencana mengunjungi kawasan pegunungan serta pantai selatan yang menjadi tujuan favorit selama masa libur.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menyampaikan bahwa potensi hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di wilayah pegunungan tengah Jateng, khususnya pada siang hingga sore hari.
Baca juga: Jelang Musim Kemarau, BMKG Prediksi Hujan Masih Terjadi hingga 25 Maret
Menurut Teguh, sejumlah destinasi wisata populer diperkirakan akan mengalami hujan pada hari kedua Lebaran, Minggu (22/3/2026). Beberapa di antaranya meliputi:
“Wisatawan di kawasan tersebut agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” katanya dikutip dari Antara.
Potensi hujan ini dinilai dapat memengaruhi kenyamanan wisatawan, sekaligus meningkatkan risiko keselamatan, terutama bagi mereka yang melakukan aktivitas di alam terbuka.
Baca juga: BMKG: Ini Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang pada Hari Raya Idul Fitri 2026
Selain kawasan pegunungan, BMKG juga mengingatkan wisatawan yang berkunjung ke objek wisata pantai di pesisir selatan Jawa Tengah, mulai dari Cilacap hingga Purworejo, untuk tidak melakukan aktivitas berenang atau mandi di laut.
Teguh menjelaskan bahwa tinggi gelombang di wilayah tersebut diprakirakan berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter, dengan kecepatan angin mencapai 10 hingga 35 kilometer per jam atau sekitar 5 hingga 18 knot.
“Kondisi tersebut tetap berbahaya bagi aktivitas wisata bahari, sehingga masyarakat diimbau tidak berenang di pantai selatan,” katanya menegaskan.
Baca juga: BMKG: Mudik Lebih Aman Pagi hingga Siang, Waspada Hujan di Jalur Pegunungan
Ia menambahkan, berdasarkan analisis BMKG, kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter sudah berisiko terhadap perahu nelayan.
Sementara itu, kecepatan angin 16 knot dan gelombang setinggi 1,5 meter dapat membahayakan kapal jenis tongkang.
Selain gelombang laut, wilayah pantai selatan Jateng juga berpotensi mengalami hujan ringan pada Minggu sore.
Kondisi ini dapat memengaruhi kenyamanan wisatawan, sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan jika tidak diantisipasi dengan baik.
BMKG mengingatkan bahwa perubahan cuaca dapat terjadi secara tiba-tiba, sehingga penting bagi wisatawan untuk selalu waspada dan mempersiapkan diri dengan baik.
“Informasi cuaca sejumlah destinasi wisata di Jawa Tengah dapat diakses melalui laman https://stamet-ahmadyani.bmkg.go.id/index.php?page=wisata," kata Teguh.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang