Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BMKG Ingatkan Wisatawan, Hujan dan Gelombang Sedang Ancam Destinasi Favorit Jateng di Hari Kedua Lebaran

Kompas.com, 22 Maret 2026, 12:15 WIB
Wahyu Wachid Anshory

Editor

KOMPAS.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca yang kurang bersahabat di sejumlah destinasi wisata di Jawa Tengah (Jateng) pada hari kedua Lebaran 2026.

Imbauan ini terutama ditujukan bagi wisatawan yang berencana mengunjungi kawasan pegunungan serta pantai selatan yang menjadi tujuan favorit selama masa libur.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menyampaikan bahwa potensi hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di wilayah pegunungan tengah Jateng, khususnya pada siang hingga sore hari.

Baca juga: Jelang Musim Kemarau, BMKG Prediksi Hujan Masih Terjadi hingga 25 Maret

Apa saja wilayah yang berpotensi diguyur hujan?

Menurut Teguh, sejumlah destinasi wisata populer diperkirakan akan mengalami hujan pada hari kedua Lebaran, Minggu (22/3/2026). Beberapa di antaranya meliputi:

  • Baturraden di Kabupaten Banyumas
  • Goa Lawa di Kabupaten Purbalingga
  • Kawasan Dieng di Kabupaten Banjarnegara
  • Guci di Kabupaten Tegal

“Wisatawan di kawasan tersebut agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” katanya dikutip dari Antara.

Potensi hujan ini dinilai dapat memengaruhi kenyamanan wisatawan, sekaligus meningkatkan risiko keselamatan, terutama bagi mereka yang melakukan aktivitas di alam terbuka.

Baca juga: BMKG: Ini Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang pada Hari Raya Idul Fitri 2026

Bagaimana kondisi gelombang di pantai selatan Jateng?

Selain kawasan pegunungan, BMKG juga mengingatkan wisatawan yang berkunjung ke objek wisata pantai di pesisir selatan Jawa Tengah, mulai dari Cilacap hingga Purworejo, untuk tidak melakukan aktivitas berenang atau mandi di laut.

Teguh menjelaskan bahwa tinggi gelombang di wilayah tersebut diprakirakan berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter, dengan kecepatan angin mencapai 10 hingga 35 kilometer per jam atau sekitar 5 hingga 18 knot.

“Kondisi tersebut tetap berbahaya bagi aktivitas wisata bahari, sehingga masyarakat diimbau tidak berenang di pantai selatan,” katanya menegaskan.

Baca juga: BMKG: Mudik Lebih Aman Pagi hingga Siang, Waspada Hujan di Jalur Pegunungan

Ia menambahkan, berdasarkan analisis BMKG, kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter sudah berisiko terhadap perahu nelayan.

Sementara itu, kecepatan angin 16 knot dan gelombang setinggi 1,5 meter dapat membahayakan kapal jenis tongkang.

Selain gelombang laut, wilayah pantai selatan Jateng juga berpotensi mengalami hujan ringan pada Minggu sore.

Kondisi ini dapat memengaruhi kenyamanan wisatawan, sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan jika tidak diantisipasi dengan baik.

BMKG mengingatkan bahwa perubahan cuaca dapat terjadi secara tiba-tiba, sehingga penting bagi wisatawan untuk selalu waspada dan mempersiapkan diri dengan baik.

“Informasi cuaca sejumlah destinasi wisata di Jawa Tengah dapat diakses melalui laman https://stamet-ahmadyani.bmkg.go.id/index.php?page=wisata," kata Teguh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Jawa Tengah
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Sumatera Selatan
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Jawa Timur
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Sumatera Barat
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Banten
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Jawa Barat
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Jawa Tengah
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Sulawesi Selatan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Jawa Tengah
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Jawa Barat
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Jawa Timur
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Kalimantan Barat
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Jawa Barat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau