Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Pilu Bripka Septian, Polisi yang Gugur Saat Amankan Mudik, Tubuhnya Dipenuhi Koyo

Kompas.com, 25 Maret 2026, 08:15 WIB
Rachmawati

Editor

KOMPAS.com – Insiden gugurnya anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) saat menjalankan tugas pengamanan mudik Lebaran 2026 kembali membawa duka mendalam bagi institusi kepolisian. Dalam waktu yang hampir bersamaan, dua personel kepolisian dilaporkan meninggal dunia saat mengawal kelancaran arus lalu lintas.

Peristiwa pertama menimpa Brigadir Fajar Permana, personel Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya, yang dinyatakan meninggal dunia pada Senin (23/3/2026) dini hari. Ia diduga mengalami kelelahan ekstrem setelah bertugas intensif di tengah kepadatan arus Mudik Lebaran 2026.

Hanya berselang sehari sebelumnya, duka juga menyelimuti Polres Pekalongan, Jawa Tengah. Bripka Septian Eko Nugroho, Banit Turjawali Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pekalongan, gugur saat bertugas di kawasan Alun-alun Kajen.

Baca juga: Viral Video Kaki Polisi Madiun Terlindas Bus hingga Patah 5 Titik, Berawal dari Tegur Sopir

Kronologi Kejadian di Pekalongan

Berdasarkan informasi resmi dari laman tribratanews.pekalongan.jateng.polri.go.id, kejadian bermula saat Bripka Septian tengah mengatur arus lalu lintas di kawasan Alun-alun Kajen, Minggu (22/3/2026) malam.

Sekitar pukul 22.50 WIB, usai menjalankan tugasnya, Bripka Septian menyempatkan diri untuk beristirahat sejenak di sebuah warung angkringan. Namun, tak berselang lama, ia tiba-tiba jatuh pingsan di lokasi tersebut.

Rekan-rekan sejawat langsung melarikan Bripka Septian ke RSUD Kajen untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Tim medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) segera melakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP).

Meski tim medis telah berupaya maksimal selama 30 menit, termasuk memberikan suntikan epinefrin sebanyak empat ampul, nyawa Bripka Septian tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 23.55 WIB.

Baca juga: Arus Balik Tumplak di Tol Purbaleunyi, Polisi Siapkan Dua Skema Urai Macet

Dugaan Serangan Jantung dan Kelelahan

Penyebab kematian Bripka Septian diduga kuat akibat serangan jantung. Temuan medis menunjukkan adanya gangguan irama jantung yang disertai henti napas dan ketiadaan denyut nadi saat tiba di rumah sakit.

Fakta memilukan terungkap saat jenazah hendak dimandikan. Ditemukan banyak koyo atau plester obat pereda nyeri yang menempel di tubuh almarhum. Hal ini memperkuat dugaan bahwa Bripka Septian tetap memaksakan diri bertugas meski kondisi fisiknya sedang tidak prima akibat kelelahan mengawal arus mudik.

Jenazah Bripka Septian Eko Nugroho kemudian dibawa ke kampung halamannya di Solo, Jawa Tengah. Prosesi pemakaman secara kedinasan dilangsungkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Astonoloyo, Krembyongan, Banjarsari, Solo, pada Senin (23/3/2026).

Upacara pemakaman dipimpin langsung oleh Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf. Dalam amanatnya, Kapolres menyampaikan apresiasi tertinggi atas dedikasi almarhum bagi negara dan institusi Polri.

Baca juga: Viral Polisi Amankan Teman Sendiri karena Petasan di Pademangan, Berujung Minta Maaf

"Atas nama negara, bangsa, dan Polri, dengan ini mempersembahkan kepada Ibu Pertiwi jasad dan raga almarhum. Roh dan jiwanya kembali ke hadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa," ujar AKBP Rachmad, dikutip dari akun Instagram resmi @polrespekalongan_kajen.

AKBP Rachmad juga mengajak seluruh personel Polri untuk meneladani semangat dan loyalitas yang ditunjukkan oleh Bripka Septian.

"Semoga dalam dharma baktinya yang ditempuh dapat menjadi suri tauladan bagi kita semua dan rohnya mendapatkan tempat yang semestinya di alam baka," lanjutnya.

Prosesi tersebut turut dihadiri oleh pejabat utama dari Polres Pekalongan dan Polresta Surakarta, perwakilan pengurus Bhayangkari, serta pihak keluarga almarhum yang melepas keberangkatan Bripka Septian ke tempat peristirahatan terakhir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Jawa Tengah
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Sumatera Selatan
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Jawa Timur
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Sumatera Barat
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Banten
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Jawa Barat
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Jawa Tengah
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Sulawesi Selatan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Jawa Tengah
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Jawa Barat
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Jawa Timur
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Kalimantan Barat
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Jawa Barat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau