Editor
KOMPAS.com – Badi, warga Desa Ubung, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, akhirnya buka suara terkait pemberitaan viral yang menyebut dirinya telah menelantarkan mantan istrinya, Norida Akmal Ayob (45), selama 18 tahun.
Norida merupakan warga negara Malaysia yang baru saja dipulangkan ke negaranya pada 14 Februari 2026.
Narasi yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa selama tinggal di Lombok, Norida hidup dalam kemiskinan, menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga terpaksa bekerja sebagai tukang sapu jalanan.
Baca juga: Seorang Narapidana WN Malaysia Dapat Remisi Imlek 1 Bulan 15 Hari
Menanggapi hal tersebut, Badi menegaskan bahwa tuduhan penelantaran itu tidak berdasar. Ia mengklaim selama 18 tahun pernikahan, dirinya selalu bertanggung jawab penuh terhadap kebutuhan keluarga.
"Selama saya nikah sama Norida ini 18 tahun, itu enggak pernah saya terlantarkan. Jadi setelah saya cerai kemarin itu pun masih saya yang bertanggung jawab selagi dia masih di sini," ujar Badi saat ditemui di kediamannya, Selasa (17/2/2026).
Badi juga menepis kabar yang menyebutkan mantan istrinya bekerja sebagai tukang sapu jalanan untuk bertahan hidup. Menurutnya, selama berumah tangga, Norida adalah ibu rumah tangga sepenuhnya.
"Itu enggak benar, enggak pernah sama sekali dia jadi tukang sapu. Saya justru melarang dia bekerja agar fokus mengurus anak-anak," tegas Badi.
Baca juga: Perjalanan Cinta Badi dan Norida: Menikah di Thailand, Merantau ke Sumatera, Berakhir di Lombok
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) NTB, Ahsanul Khalik, memberikan klarifikasi resmi untuk meluruskan opini publik.
Berdasarkan penelusuran Disnakertrans NTB ke Dusun Benjelo, diperoleh sejumlah fakta sebagai berikut:
"Sangat tidak tepat jika disebut ada penelantaran selama 18 tahun, apalagi setelah perceraian Norida juga menerima bantuan biaya kepulangan," kata Ahsanul Khalik dalam keterangan resminya.
Baca juga: Ikut Suami ke Indonesia dan Hidup Prihatin, Norida Akmal Akhirnya Dipulangkan Pemerintah Malaysia
Kepala Dusun Benjelo, Agus, turut membenarkan bahwa kondisi ekonomi keluarga tersebut tergolong stabil karena Badi bekerja di bidang ekspedisi. Terkait isu KDRT, Agus mengaku tidak pernah menerima laporan tersebut selama mereka tinggal di wilayahnya.
Sementara itu, Wahyuni, salah seorang tetangga, mengenal Norida sebagai pribadi yang tertutup.
"Iya, dia jarang bersosialisasi dengan masyarakat. Yang saya tahu, dia lebih suka di rumah saja," ungkap Wahyuni.
Meski pihak suami membantah adanya kekerasan, Norida yang kini telah berada di Lenggong, Perak, Malaysia, memberikan keterangan berbeda kepada media Malaysia, Harian Metro.
Ia mengaku bersyukur bisa keluar dari lingkaran kekerasan fisik yang dialaminya selama belasan tahun.
Baca juga: Kasus WN Malaysia Jadi Tukang Sapu di Lombok, Pemprov NTB: Tidak Ada Penelantaran
Proses pemulangan Norida difasilitasi oleh otoritas Malaysia (Wisma Putra) dan Pemerintah Indonesia.
Saat ini, Norida telah berkumpul kembali dengan keluarganya bersama anak perempuannya, sementara anak laki-lakinya masih berada di Lombok bersama Badi.
Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul Kasus WN Malaysia Jadi Tukang Sapu di Lombok, Pemprov NTB: Tidak Ada Penelantaran dan TribunLombok.com dengan judul Mantan Suami Norida Akmal Ayob Bantah Tudingan Telantarkan Istri Selama 18 Tahun
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang