Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gus Ipul Soroti Fenomena ASN "804" di Kemensos: Datang Jam 8, Haha-Hihi, Jam 4 Pulang

Kompas.com, 26 Maret 2026, 14:05 WIB
Muhdany Yusuf Laksono

Penulis

KOMPAS.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan kekecewaannya terhadap sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Sosial yang memiliki etos kerja rendah.

Ia lantas menyoroti fenomena ASN "804" di Kemensos, yakni pegawai yang hanya hadir untuk absen tanpa memberikan kontribusi kerja yang nyata.

"Ada istilah '804'. Datang jam 8 pagi untuk absen, setelah itu kosong tanpa kontribusi, hanya haha-hihi, lalu jam 4 sore absen pulang. Ingat, tugas kita bukan itu!" tegas Gus Ipul saat Apel Pembinaan Pegawai di Jakarta, Kamis (26/3/2026), dikutip dari Tribunnews.

Baca juga: 2.780 Pegawai Kemensos Absen Tanpa Keterangan, Tukin Dipotong 3 Persen Per Hari

ASN Kemensos Harus Berdisiplin Tinggi

Menurut Gus Ipul, tuntutan disiplin bagi pegawai di Kemensos seharusnya lebih tinggi dibandingkan instansi lain.

Hal ini karena Kemensos memiliki tanggung jawab langsung terhadap pelayanan kelompok rentan, seperti masyarakat miskin dan korban bencana.

"Hari ini saya berdiri bukan untuk basa-basi. Disiplin adalah harga mati. Tugas kita bukan sekadar administratif atau formalitas hadir lalu pulang," ujarnya dengan nada tegas.

Baca juga: Sering Titip Absen, ASN di Kemensos Dipecat

2.708 Pegawai Kemensos Absen Tanpa Keterangan

Kekecewaan Gus Ipul itu muncul setelah data kehadiran pegawai Kemensos setelah libur Lebaran 2026 cukup rendah.

Sebab, sebanyak 2.708 Pegawai tercatat absen tanpa keterangan pada hari pertama kerja.

Dari jumlah tersebut, sekitar 2.500 orang berasal dari skema Flexible Working Arrangement (FWA), termasuk pendamping sosial yang berstatus sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Pada apel pembinaan yang diikuti sekitar 150 pegawai, tingkat kehadiran bahkan tidak mencapai 30 persen. Kondisi ini semakin memperkuat kekhawatiran terkait kedisiplinan aparatur.

Baca juga: Mensos Pastikan Sekolah Rakyat Tidak Terdampak Efisiensi Anggaran

Selain persoalan absensi pasca libur Lebaran, Kemensos juga menemukan adanya indikasi pegawai yang sulit dihubungi dan diduga telah meninggalkan tugasnya dalam waktu yang cukup lama, bahkan hingga dua tahun.

Temuan tersebut menjadi perhatian serius bagi pimpinan kementerian karena berpotensi mengganggu kinerja organisasi serta pelayanan kepada masyarakat.

Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, Gus Ipul memerintahkan Sekretaris Jenderal Kemensos melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan kedisiplinan pegawai.

Langkah ini diambil untuk memastikan institusi terbebas dari praktik kerja yang dinilai menghambat pelayanan publik.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Sindir Fenomena ASN '804', Mensos Gus Ipul: Datang Jam 8, Haha-Hihi, Jam 4 Pulang!"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Jawa Tengah
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Sumatera Selatan
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Jawa Timur
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Sumatera Barat
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Banten
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Jawa Barat
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Jawa Tengah
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Sulawesi Selatan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Jawa Tengah
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Jawa Barat
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Jawa Timur
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Kalimantan Barat
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Jawa Barat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau