Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kasus Mutilasi di Samarinda, Suami Siri dan Rekannya Ditangkap, Motif Sakit Hati

Kompas.com, 22 Maret 2026, 19:30 WIB
Rachmawati

Editor

KOMPAS.com – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda berhasil mengungkap kasus pembunuhan berencana disertai mutilasi yang menggemparkan warga pada hari pertama Idul Fitri 1447 Hijriah.

Hanya dalam waktu kurang dari 12 jam, tim gabungan menangkap dua orang pelaku tak lama setelah potongan tubuh korban ditemukan di tiga lokasi berbeda di kawasan Samarinda Utara, Sabtu (21/3/2026).

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras Unit Jatanras Polresta Samarinda bersama Polsek Sungai Pinang, Polsek Samarinda Ulu, dan Polsek Kota.

“Pada Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 13.30 Wita, ditemukan potongan tubuh manusia dalam kondisi tidak lengkap," ujar Hendri dalam konferensi pers di Mapolresta Samarinda.

Baca juga: Pembunuhan Mutilasi di Samarinda Terungkap dalam 12 Jam, Dua Pelaku Ditangkap Saat Lebaran

Identitas Korban Terungkap Melalui Sidik Jari

Meski awalnya identitas korban sulit dikenali, Tim Inafis Polresta Samarinda bergerak cepat melakukan proses identifikasi fisik dan pemeriksaan sidik jari.

“Dalam waktu satu hingga dua jam, korban berhasil kami identifikasi bernama Suimih binti Chamim (35), asal Pemalang, Jawa Tengah. Korban merupakan ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Perjuangan, Kecamatan Sungai Pinang,” kata Hendri.

Pasca-identifikasi, polisi langsung melakukan pengejaran dan mengamankan dua tersangka pada Minggu (22/3/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 Wita.

Kedua tersangka adalah J alias W (35), warga Karang Asam Ulu yang merupakan suami siri korban, serta seorang wanita berinisial R (56), warga Jalan Anggur, Kecamatan Samarinda Ulu.

Motif Sakit Hati dan Ingin Kuasai Harta

Berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik, aksi keji ini didasari oleh motif sakit hati dan keserakahan. Pelaku J dan R diduga bekerja sama karena merasa tersinggung dengan ucapan korban.

“Pelaku merasa sakit hati karena korban menuduh keduanya memiliki hubungan terlarang. Selain itu, pelaku juga ingin menguasai barang-barang korban seperti sepeda motor dan handphone,” jelas Hendri.

Rencana pembunuhan ini ternyata bukan aksi spontan. Keduanya telah menyusun strategi sejak Januari 2026, termasuk melakukan survei lokasi untuk membuang jasad korban.

Baca juga: Kronologi Penemuan 7 Potongan Tubuh Manusia di Jalan Gunung Pelandu Samarinda

Kronologi Eksekusi dan Mutilasi Sadis

Peristiwa maut ini terjadi pada Kamis (19/3/2026) malam di rumah tersangka R. Korban awalnya diajak menginap oleh pelaku. Saat korban tertidur pulas sekitar pukul 02.30 Wita, tersangka J memukul korban menggunakan balok kayu ulin.

“Korban sempat berusaha melarikan diri, namun kembali dianiaya oleh kedua pelaku hingga akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 06.00 Wita,” ungkap Hendri.

Untuk menghilangkan jejak, pelaku memutilasi tubuh korban menggunakan mandau dan palu dengan alas papan. Tubuh korban dibagi menjadi tujuh potongan yang dimasukkan ke dalam tiga karung berbeda.

Pembuangan jasad dilakukan dalam dua tahap pada malam takbiran guna menghindari kecurigaan warga. Sebagian dibuang pada pukul 19.00 Wita, dan sisanya dibuang pada dini hari pukul 01.00 Wita menggunakan rute yang berbeda-beda.

Baca juga: 5 Fakta Kasus Mutilasi WN Ukraina Igor Komarov di Bali, Motif Uang hingga Red Notice Interpol

Halaman:


Terkini Lainnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Jawa Tengah
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Sumatera Selatan
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Jawa Timur
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Sumatera Barat
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Banten
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Jawa Barat
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Jawa Tengah
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Sulawesi Selatan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Jawa Tengah
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Jawa Barat
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Jawa Timur
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Kalimantan Barat
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Jawa Barat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau