Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Aksi Menteri Basuki di Pameran Fotografi

Kompas.com, 21 November 2022, 08:30 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menghadiri pameran fotografi jurnalistik dan peluncuran buku fotografi bertajuk "7 Citizen No 1" pada Minggu (20/11/2022).

Dilansir dari rilis yang diterima Kompas.com, Senin (21/11/2022), pameran fotografi ini diadakan oleh Pewarta Foto Istana Kepresidenan, Pewarta Foto Indonesia (PFI) dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) yang berlokasi di Neo Soho Mal, Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Basuki melihat-lihat karya fotografi profesional tentang sejarah perjalanan tujuh Presiden mulai dari era Soekarno hingga Joko Widodo.

Basuki mengajak para pengunjung pameran untuk tidak hanya melihat hasil karya foto dari sisi ilmu atau teknik fotografi, tetapi bagaimana memaknai nilai sejarah bangsa.

"Saya kira sebagai generasi penerus bangsa, pameran fotografi ini bisa menjadi pelajaran. Kita bandingkan apa yang sudah kita lakukan untuk negara sekarang ini dengan apa yang sudah diberikan beliau-beliau untuk bangsa Indonesia" kata Basuki.

Baca juga: Menteri Basuki ”Cosplay” Jadi Fotografer dalam Acara KTT G20

Basuki juga mengatakan, Pemerintah Indonesia memiliki ANRI yang menyimpan berbagai arsip foto, peta dan dokumen yang memotret perjalanan sejarah bangsa dari masa ke masa.

Perjuangan para pendiri bangsa juga bisa menjadi pelajaran bagi para generasi penerus untuk berkaca dalam memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara.

Aksi Menteri Basuki di Pameran FotografiDok. Kementerian PUPR Aksi Menteri Basuki di Pameran Fotografi
Dalam pameran tersebut Basuki memperlihatkan kepiawaiannya, beraksi memotret menggunakan kamera DSLR ditemani seorang fotografer.

Tak hanya kali ini, Basuki juga beraksi menjadi fotografer "dadakan" pada event kunjungan Tahura Mangrove Ngurah Rai Bali saat KTT G20 pekan lalu.

Aksi Basuki tentu saja, menuai keriuhan masyarakat, terutama warganet di sejumlah platform media sosial.

Ketua Panitia Pelaksana Pameran Randy Tri Kurniawan mengatakan, pameran fotografi "7 Citizen No 1" dilaksanakan mulai 18 November hingga 3 Desember 2022.

Terdapat 157 karya dari 173 karya foto jurnalistik yang sudah dikurasi oleh Oscar Matuloh dalam pameran ini.

"Karya foto yang dipamerkan 60 persen bersumber dari ANRI, sisanya 40 persen berasal dari karya fotografer istana," tambah Randy.

Baca juga: Basuki Minta Konstruksi Bendungan Jlantah Lebih Perhatikan Lingkungan

Beberapa karya foto yang dipamerkan tentang dwitunggal Soekarno-Hatta saat membacakan Naskah Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945, merupakan warisan teragung yang dimiliki Indonesia.

"Foto-foto tersebut merupakan bukti otentik yang mengabadikan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia," tutup Oscar Matuloh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau