Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sebelum Beroperasi, Mengapa Jalan Tol Harus Melalui Uji Laik Fungsi?

Kompas.com, 1 April 2026, 15:30 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebelum resmi dibuka dan dilintasi ribuan kendaraan setiap hari, jalan tol harus melewati satu tahapan penting: Uji Laik Fungsi (ULF).

Tahapan ini bukan sekadar formalitas. Di balik mulusnya aspal dan rapi­nya marka jalan, terdapat serangkaian pemeriksaan ketat untuk memastikan setiap ruas benar-benar aman digunakan.

Baca juga: Selama Arus Balik, Menteri PU Klaim Kondisi Jalan Tol Terjaga

Dewan Pembina Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) Davy Sukamta mengatakan, ULF menjadi kunci untuk memastikan jalan tol memenuhi standar yang telah ditetapkan, baik dari sisi keselamatan, kualitas konstruksi, maupun operasional.

Uji Laik Fungsi dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh elemen jalan tol telah memenuhi persyaratan teknis, keselamatan, dan operasional,” ujar Davy kepada Kompas.com, Rabu (1/4/2026).

Tujuan Uji Laik Fungsi Sebelum Jalan Tol Beroperasi

Dia menjelaskan, salah satu fokus utama dalam ULF adalah keselamatan pengguna jalan.

Baca juga: Fungsional Lebaran, Jembatan Musi V Tol Palembang-Betung Masuk Uji Laik Fungsi

Berbagai fasilitas seperti rambu lalu lintas, lampu penerangan, hingga sistem pengamanan diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan berfungsi dengan baik.

Selain itu, kualitas konstruksi juga menjadi perhatian. Mulai dari bahan yang digunakan, ketebalan perkerasan, hingga struktur jalan diperiksa agar sesuai dengan standar teknis yang berlaku.

Tak kalah penting, aspek operasional juga diuji. Mulai dari sistem pembayaran tol, pengawasan lalu lintas, hingga komunikasi harus dipastikan berjalan optimal sebelum jalan tol dibuka untuk umum.

“Selain aspek teknis dan operasional, ULF juga memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, termasuk standar keselamatan dan lingkungan,” kata Davy.

Dalam praktiknya, ULF dilakukan melalui sejumlah tahapan. Pemeriksaan fisik jalan menjadi langkah awal, diikuti dengan pengujian sistem operasional.

Simulasi kondisi darurat juga dilakukan untuk menguji kesiapan dalam menghadapi situasi tak terduga.

Seluruh proses tersebut kemudian dirangkum dalam evaluasi keselamatan secara menyeluruh.

Melalui tahapan ini, pemerintah dan operator jalan tol memastikan bahwa setiap ruas yang dioperasikan tidak hanya layak secara teknis, tetapi juga siap memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna.

Baca juga: Senjakala Bisnis Jalan Tol, Mitos atau Fakta? Ini Analisa Menteri PU

Dengan demikian, sebelum kendaraan pertama melintas, jalan tol telah melalui serangkaian pengujian yang memastikan fungsinya berjalan sebagaimana mestinya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau