Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mudah Dibongkar Pasang, Seperti Apa Komponen Jembatan Bailey?

Kompas.com, 9 Desember 2025, 18:00 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbicara soal jembatan bailey, tentu perannya sangat dibutuhkan untuk menciptakan konektivitas "instan" usai jembatan eksisiting runtuh pasca terjadinya bencana alam.

Langkah awal inilah yang dilakukan Pemerintah usai banjir bandang dan tanah longsor menerjang Bireuen, Provinsi Aceh.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan, konektivitas merupakan urat nadi pemulihan wilayah pasca bencana.

Baca juga: Mulai Dipasang di Bireuen, Begini Asal-usul Jembatan Bailey

“Akses jalan dan jembatan adalah kunci utama pergerakan logistik, pelayanan darurat, dan pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu, kami bekerja tanpa jeda sejak awal untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami,” kata dia dalam keterangannya, Senin (8/12/2025).

Lantas, seperti apa komponen jembatan bailey hingga menjadi solusi pengganti jembatan eksisting yang rusak?

Komponen Jembatan Bailey

Jembatan Bailey terdiri atas tiga bagian utama dengan kekuatan yang ditopang panel di samping.

Umumnya, panel jembatan memiliki panjang 3 meter, tinggi 1,5 meter, persilangan masing-masing berbobot 260 kilogram.

Sementara itu, lantai jembatan terdiri atas sejumlah transom 19-kaki-lebar (5,8 meter) yang berjalan melintasi jembatan, dengan stringer 10-kaki-panjang (3,0 meter) di bagian bawah, membentuk persegi.

Transom diletakkan di chord panel yang lebih rendah, dan klem menyatukannya. Stringer ditempatkan di atas bingkai struktural yang sudah terpasang, dan papan kayu ditempatkan di atas stringer sebagai landasan.

Daya tahan dan kekuatan jembatan ini juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan.  Jembatan Bailey diklaim mampu menopang kendaraan berat seperti tank baja dan alat perang alutsista yang lainnya. Kekuatan Jembatan Bailey ini dapat dibuktikan di banyak tempat.

Tak dapat dimungkiri, jjembatan bailey memang sangat familiar di Indonesia untuk dibangun di tempat-tempat terjadinya bencana alam sebagai pengganti jalur akses penghubung di sautu daerah.

Jembatan bailey tercatat pertama kali dipasang di 237 Field Company R.E untuk melintasi Sungai Medjerda, Medjez el Bab di Tunisia, pada malam 26 November 1942 dalam tempo teramat singkat.

Di tempat lain, di Leonforte-Sisilia, Jembatan Bailey dibangun oleh Royal Canadian Engineers dalam kondisi baku tembak.

Tercatat pula Jembatan Bailey yang dibangun melintas Sungai Saar, dilakukan saat terjadi perang besar yang melibatkan artileri dan tank.

Baca juga: Percepat Pemulihan Konektivitas Bireuen, Jembatan Bailey Dipasang

Ketika pertempuran reda, Jembatan Bailey di atas sungai ini mengalami kerusakan dengan beberapa lubang di panelnya, sehingga mustahil menahan mobilisasi tank dan artileri.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau