Penulis
KOMPAS.com - Menara Eiffel kini menjadi ikon Paris dan salah satu bangunan paling terkenal di dunia. Namun, siapa sangka, monumen setinggi lebih dari 300 meter itu pernah hampir dibongkar hanya dua dekade setelah berdiri.
Menara Eiffel sejatinya tidak dirancang sebagai bangunan permanen. Struktur besi raksasa ini dibangun untuk Pameran Dunia (Exposition Universelle) Paris 1889, yang digelar untuk memperingati 100 tahun Revolusi Prancis.
Dalam kontrak awalnya, Menara Eiffel Paris hanya diizinkan berdiri selama 20 tahun. Artinya, pada 1909, menara tersebut seharusnya dibongkar.
Namun, rencana itu akhirnya batal. Ide brilian dari sang perancang sekaligus investornya, Gustave Eiffel, membuat menara karyanya ini tak jadi dibongkar.
Sejak mempresentasikan proyek Menara Eiffel pada 1886, Gustave Eiffel sudah menyadari bahwa bangunan raksasa ini akan menuai banyak kritik. Banyak pihak yang menginginkan menara ini dirobohkan.
Baca juga: Siapa Pemilik Menara Eiffel dan Pengelolanya Sekarang?
Satu-satunya cara agar menara itu bertahan, menurutnya, adalah dengan memberikan manfaat nyata bagi ilmu pengetahuan.
Karena itu, sejak awal Eiffel menetapkan berbagai tujuan ilmiah untuk menara tersebut. Ia membayangkannya sebagai tempat pengamatan meteorologi dan astronomi, laboratorium eksperimen fisika, titik pengamatan strategis, hingga sarana komunikasi telegraf optik.
Bahkan, Menara Eiffel Paris juga dirancang sebagai mercusuar dengan penerangan listrik serta pusat studi angin.
“Ini akan menjadi observatorium dan laboratorium bagi semua orang yang belum pernah ada sebelumnya untuk ilmu pengetahuan,” kata Gustave Eiffel kala itu mengutip La Tour Eiffel.
Ia menegaskan bahwa sejak hari pertama berdiri, banyak ilmuwan Prancis memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan Menara Eiffel.
Sejak diresmikan pada 1889, Menara Eiffel benar-benar difungsikan sebagai laboratorium ilmiah. Berbagai peralatan dipasang, mulai dari barometer, anemometer, hingga penangkal petir.
Baca juga: Siapa Eiffel Sampai Namanya Diabadikan Jadi Menara Paris?
Gustave Eiffel bahkan menyediakan ruang kerja pribadi di lantai tiga untuk melakukan pengamatan astronomi dan penelitian fisiologis. Sehari setelah peresmian menara, ia langsung memasang laboratorium meteorologi di puncaknya.
Tak berhenti di situ, Eiffel juga menaruh minat besar pada aerodinamika. Ia melakukan serangkaian pengamatan tentang gravitasi yang berlangsung antara 1903 hingga 1905.
Salah satu gagasannya yang ambisius adalah menciptakan sistem otomatis yang meluncur di sepanjang kabel dari lantai dua menara hingga ke tanah.
Di kaki Menara Eiffel, Eiffel membangun terowongan angin. Dari Agustus 1909 hingga Desember 1911, sekitar 5.000 percobaan aerodinamika dilakukan di sana.