KOMPAS.com - Tanggal 24 Maret memperingati beberapa momen atau hari peringatan penting, baik nasional dan internasional.
Di Indonesia, tanggal 24 Maret setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Peringatan Bandung Lautan Api.
Berikut beberapa momen penting, nasional dan internasional, yang diperingati setiap tanggal 24 Maret:
Hari Peringatan Bandung Lautan Api
Tanggal 24 Maret adalah Hari Peringatan Bandung Lautan Api untuk mengenang salah satu peristiwa upaya mempertahankan kemerdekaan Bangsa Indonesia.
Peristiwa Bandung Lautan Api terjadi pada 24 Maret 1946 yang melibatkan tentara Indonesia, laskar pejuang, dan rakyat Bandung.
Mereka membakar bangunan dan rumah mereka sendiri karena tidak rela daerahnya diduduki tentara Sekutu.
Sebab, beberapa pekan setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, pasukan Inggris sebagai wakil Sekutu masuk ke Indonesia.
Tujuannya adalah untuk membebaskan warga Eropa yang menjadi tawanan perang, melucuti dan memulangkan tentara Jepang, serta memulihkan tatanan di Indonesia sampai Belanda dapat mengelola kembali bekas kawasan jajahannya itu.
Hari Tuberkulosis Sedunia diperingati setiap tanggal 24 Maret untuk meningkatkan kesadaran publik tentang dampak kesehatan, sosial, dan ekonomi akibat Tuberkulosis.
Selain itu, peringatan Hari Tuberkulosis juga menjadi momen untuk meningkatkan upaya mengakhiri epidemi Tuberkulosis global.
Tanggal 24 Maret dipilih berdasarkan waktu ketika Dr. Robert Koch mengumumkan bahwa ia telah menemukan bakteri penyebab Tuberkulosis pada 24 Maret 1882.
Penemuan tersebut kemudian membuka jalan bagi dunia medis menuju diagnosis dan pengobatan penyakit ini.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah bekerja sama dengan berbagai negara untuk memperkuat pengawasan resistensi obat Tuberkulosis sejak awal tahun 1990-an.
Hari Internasional untuk Hak atas Kebenaran Mengenai Pelanggaran HAM Berat dan untuk Martabat Korban
Tanggal 24 Maret juga diperingati sebagai Hari Internasional untuk Hak atas Kebenaran Mengenai Pelanggaran HAM Berat dan untuk Martabat Korban.
Kebenaran setelah pelanggaran HAM berat sangat penting. Hal ini tidak hanya memungkinkan korban dan keluarga untuk menerima kenyataan atas pelecehan yang mereka alami, tetapi juga memberi akses ke ganti rugi dan pemulihan yang efektif.
Hari peringatan ini lahir untuk memperingati seorang aktivis HAM dari El Salvador, Santo Óscar Arnulfo Romero, yang gugur karena dibunuh pada 24 Maret 1980.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kemudian menetapkan tanggal 24 Maret sebagai Hari Internasional untuk Hak atas Kebenaran terkait Pelanggaran HAM Berat dan untuk Martabat Korban untuk mendorong lebih banyak orang mendukung perjuangan untuk kebenaran.
PBB juga ingin dunia internasional menggunakan hari ini sebagai sarana untuk mengingat setiap korban pelanggaran HAM dan membela kebenaran dan keadilan dalam setiap kasus.
https://www.kompas.com/sumatera-selatan/read/2026/03/24/053000388/daftar-peringatan-nasional-dan-internasional-setiap-tanggal-24