Editor
KOMPAS.com – Misteri kematian seorang dokter senior di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, akhirnya terungkap. Korban bernama dr. SH (47) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi membusuk di lantai dua rumahnya, Desa Raklunung, Kecamatan Blangkejeren.
Hasil penyelidikan kepolisian mengungkap bahwa korban tewas dibunuh oleh tetangganya sendiri, pria berinisial FD alias D (30). Ironisnya, jasad korban baru ditemukan 13 hari setelah peristiwa pembunuhan terjadi.
Jasad dr. SH pertama kali ditemukan oleh adik kandungnya, Norman, pada Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, Norman datang berkunjung untuk bersilaturahmi dalam rangka momen Hari Raya Idul Fitri.
Namun, keceriaan Lebaran berubah menjadi duka saat ia menemukan kakaknya sudah tidak bernyawa dengan kondisi jasad yang mulai mengalami dekomposisi. Berdasarkan hasil interogasi, tersangka FD ternyata telah menghabisi nyawa korban sejak Senin (9/3/2026) dini hari atau 13 hari sebelum ditemukan.
Baca juga: Kronologi Penemuan Jenazah Dokter di Gayo Lues Saat Lebaran, Tangan Terikat Kabel dan Mulut Disumpal
Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo menjelaskan bahwa motif utama tersangka adalah ingin menguasai harta benda korban. Aksi nekat ini dilakukan tersangka pada pukul 04.00 WIB.
"Motif awal tersangka adalah pencurian. Namun saat beraksi, tersangka tertangkap tangan oleh korban. Keduanya sempat saling bertatapan," ujar AKBP Hyrowo dalam konferensi pers di Mapolres Gayo Lues, Kamis (26/3/2026).
Karena panik korban berteriak minta tolong, tersangka langsung mencekik leher korban. Meski diancam akan dibunuh, korban tetap berteriak hingga tersangka memasukkan dua jari ke mulut korban dan menindihnya.
"Korban sempat melakukan perlawanan dengan menggigit jari tersangka, namun pelaku terus melanjutkan aksinya hingga korban tidak berdaya," lanjut Hyrowo.
Baca juga: Cerita Lebaran Penyintas Banjir di Gayo Lues, Doa dan Isak Tangis Warnai Suasana Makam Tanpa Pusara
Tak berhenti di situ, tersangka kemudian mengambil kabel colokan listrik dari ruang rias untuk mengikat kedua tangan korban ke belakang. Mulut korban juga disumpal menggunakan jilbab yang diambil dari lemari.
Dalam kondisi korban yang tak berdaya, tersangka melakukan aksi pelecehan seksual dengan membuka pakaian dalam korban. Sebelum meninggalkan lokasi, tersangka menutupi wajah korban menggunakan selimut bermotif Hello Kitty warna merah muda.
Tersangka kemudian menggasak harta benda milik dr. SH, antara lain:
Baca juga: Warga Pining Gayo Lues Terisolasi, Ramadan Tahun Ini Terasa Paling Sedih
Setelah melakukan pengejaran intensif bersama Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Aceh, polisi berhasil menangkap FD pada Senin (23/3/2026) sore di Tugu Kota Blangkejeren saat mencoba melarikan diri ke luar daerah.
Kasat Reskrim Polres Gayo Lues, Iptu M Abidinsyah, menegaskan bahwa tersangka kini terancam hukuman berat.
"Tersangka dibidik dengan Pasal 479 ayat 3 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian. Ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara," tegas Abidinsyah.
Kematian dr. SH meninggalkan duka mendalam bagi dunia kesehatan di Gayo Lues. Korban dikenal sebagai dokter umum senior yang berdedikasi tinggi di Puskesmas Pintu Rime.
Ketua IDI Cabang Gayo Lues, dr. Junaidi, mengapresiasi gerak cepat kepolisian namun meminta hukuman maksimal bagi pelaku.
"Semoga pelaku diberi hukuman yang seberat-beratnya, agar ke depan tidak ada lagi kasus serupa apalagi terhadap tenaga kesehatan," pungkas dr. Junaidi.
Artikel ini telah tayang di Tribungayo.com dengan judul Dokter di Gayo Lues Dibunuh 13 Hari Sebelum Ditemukan, Tersangka Sempat Lakukan Pelecehan
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang