Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bertahan dengan Becak Tersisa, Kisah Delvita Usai Rumah Hilang Tertimbun Longsor Sibolga

Kompas.com, 10 Desember 2025, 17:45 WIB
Rachmawati

Editor

KOMPAS.com - Sudah dua minggu lamanya Delvita Siregar (49) dan ketiga anaknya bertahan hidup di pengungsian Masjid Budi Sehati, Jalan Sisingamangaraja, Kota Sibolga, Sumatera Utara, setelah rumah mereka rata dengan tanah akibat longsor berulang di Sibolga yang terjadi sejak Selasa (25/11/2025).

Longsor yang melanda kawasan permukiman di belakang Masjid Budi Sehati tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga merenggut dua nyawa serta memutus mata pencaharian sejumlah keluarga, termasuk Delvita.

“Rumah ibu hancur, semua barang-barangnya enggak bisa diselamatkan. Makanya kami mengungsi di masjid sampai hari ini,” ujar Delvita dengan suara bergetar saat ditemui, Selasa (9/12/2025).

Baca juga: Kisah Haru Pencarian Korban Longsor Sibolga, Ditemukan Setelah Libatkan Orang Pintar dan Anak Diminta Meminta Maaf

Rumah Sekaligus Sumber Penghidupan Hilang Ditelan Longsor

Bagi Delvita, rumah yang kini hilang bukan sekadar tempat tinggal. Rumah itu menjadi pusat mata pencahariannya sebagai penjual kue basah keliling sekaligus lokasi usaha kecil yang menopang kebutuhan tiga anaknya, yang masing-masing tengah menempuh pendidikan di Medan, pesantren, dan SMK Tata Boga di Sibolga.

“Peralatan dapur semua habis. Kalau adalah nanti rumah, tapi uang gak ada mau beli peralatan untuk jualan,” katanya sambil menahan tangis.

Kehilangan rumah serta peralatan kerja membuat ia tak lagi memiliki modal untuk kembali berjualan.

Kronologi Longsor Berulang, Dua Tewas, Warga Mengungsi

Delvita mengisahkan bahwa longsor pertama terjadi dua minggu lalu dan menewaskan dua warga sekitar.

“Kejadian longsor dua minggu lalu, itu ada longsor. Itulah korbannya dua orang,” ungkapnya.

Pada pagi hari saat kejadian, suami Delvita bahkan sempat menolong salah satu korban yang masih mampu berteriak meminta pertolongan. Korban itu kemudian dilarikan ke rumah sakit.

Pasca kejadian pertama, keluarga Delvita langsung mengungsi ke masjid. Namun beberapa jam berselang, longsor kedua yang lebih besar kembali terjadi dan menghancurkan rumah mereka.

“Waktu mau ambil barang, disitulah rumah kami tertimbun longsor. Akhirnya kami putuskan untuk ngungsi di sini,” jelasnya.

Baca juga: Dilanda Hujan Deras, Upaya Cari Korban Longsor Sibolga lewat Anjing Pelacak Terhenti

Bertahan dengan Becak, Suami Sakit

Satu-satunya harta yang tersisa bagi keluarga ini hanyalah becak yang masih selamat dari longsor. Namun harapan untuk bekerja kembali tertahan karena suami Delvita sedang sakit.

“Alhamdulillah becak selamat. Cuman bapak juga lagi kurang sehat. Saat ini tak ada lagi yang bisa kami kerjakan selain pasrah,” tuturnya.

Di pengungsian, beban psikologis makin terasa. Salah satu anaknya mulai menunjukkan gejala gangguan kesehatan setelah bencana.

Meski demikian, Delvita tetap bersyukur keluarganya selamat dari bencana yang menghabiskan seluruh harta mereka.

Halaman:


Terkini Lainnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Jawa Tengah
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Sumatera Selatan
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Jawa Timur
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Sumatera Barat
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Banten
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Jawa Barat
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Jawa Tengah
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Sulawesi Selatan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Jawa Tengah
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Jawa Barat
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Jawa Timur
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Kalimantan Barat
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Jawa Barat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau