Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Simak, Cara Mengendalikan Hama Kepik Hijau pada Kedelai

Kompas.com, 14 November 2022, 13:48 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepik hijau merupakan salah satu hama tanaman kedelai yang berisiko menyebabkan gagal panen. Hama ini biasanya mulai menyerang saat tanaman kedelai berumur 35 hari setelah tanam untuk bertelur dan menghisap daun.

Setelah tanaman kedelai membentuk polong, hama ini akan memasukkan stiletnya ke kulit polong sampai ke biji agar dapat mengisap cairan dan zat makanan dari biji kedelai. Kondisi ini menyebabkan polong kering dan gugur.

Tak hanya itu, jika serangan kepik hijau terjadi saat fase pengisian biji, maka biji kedelai yang dihasilkan akan menjadi hitam dan busuk. Apabila tidak segera dikendalikan, hama kepik hijau ini dapat menyebabkan kerusakan parah dan gagal panen.

Baca juga: 6 Hama dan Penyakit Tanaman Kedelai yang Patut Diwaspadai

Lantas bagaimana cara mengendalikan kepik hijau pada tanaman kedelai? Dilansir dari Buletin Palawija No.28, Senin (14/11/2022), berikut penjelasan lengkapnya.

Gambar Tanaman kedelaiPixabay/jcesar2015 Gambar Tanaman kedelai

Pengendalian secara kultur teknis

Langkah pertama yang bisa dilakukan untuk mengatasi hama ini yaitu dengan melakukan teknik budidaya yang benar. Pengendalian kultur teknis hama kepik hijau bisa dilakukan dengan cara, seperti berikut:

  • Tanam serempak.
  • Pergiliran tanaman dengan tanaman lain yang bukan inang kepik hijau.
  • Sanitasi lahan.
  • Penggunaan varietas tahan.
  • Pembuatan perangkap.
  • Pengumpulan kepik hijau secara mekanis.

Baca juga: Kenali Gejala dan Cara Mengendalikan Karat Daun Kedelai

Pengendalian biologi

Cara mengendalikan kepik hijau juga bisa dilakukan secara biologi menggunakan bioinsektisida. Selain itu, penggunaan musuh alami juga dapat dilakukan untuk menekan populasi kepik hijau. Musuh alami dari hama ini yaitu laba-laba dan semut merah.

Pengendalian kimiawi

Apabila populasi dan serangan hama kepik hijau sudah masif, maka langkah pengendalian terakhir yang bisa dilakukan yaitu pengendalian kimiawi. Pengendalian ini dilakukan dengan menyemprotkan insektisida sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Masa Depan Cerah Kakao Indonesia
Varietas Tanaman
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Kelapa Genjah Kopyor: Agronomi, Rantai Nilai, dan Pengembangan
Varietas Tanaman
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Meremajakan Kebun Kelapa untuk Industri Bernilai Tinggi
Varietas Tanaman
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Dari Rempah Dunia ke Kebun yang Rentan
Varietas Tanaman
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Aren Minahasa: Akar Tradisi dan Ekonomi Rakyat
Varietas Tanaman
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Aroma Cengkeh dan Perjuangan Petani Menembus Pasar
Varietas Tanaman
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Kopi Indonesia Naik Kelas: Inovasi, Entrepreneur, dan Nilai Tambah
Varietas Tanaman
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Cokelat Specialty: Mendorong Kakao Berdaya Saing
Varietas Tanaman
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Saatnya Kayu Manis Indonesia Laris di Pasar Global
Varietas Tanaman
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Gambir dan Nilai Tambah yang Harus Diwujudkan
Varietas Tanaman
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Ketika Vanili Menjadi Harapan Petani
Varietas Tanaman
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Kayu Manis Kerinci dan Peluang Rempah Indonesia di Pasar Dunia
Varietas Tanaman
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Mengapa Anak Muda Enggan Menjadi Petani?
Tips
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Mengembalikan Daya Saing Teh di Pasar Global
Varietas Tanaman
Nilam, Masihkah Primadona?
Nilam, Masihkah Primadona?
Varietas Tanaman
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau