JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menyisakan satu kursi kosong pada jajaran direktur setelah Kukuh Rahardjo gagal dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Corporate Secretary Bank Muamalat Hayunaji mengatakan, pihaknya menghormati keputusan OJK yang tidak memberikan persetujuan atas pengangkatan Kukuh Rahardjo selaku direktur Bank Muamalat.
"Atas hal ini, kami telah berkonsultasi dan berkoordinasi lebih lanjut dengan pemegang saham pengendali Bank Muamalat," kata dia ketika dihubungi Kompas.com, ditulis Kamis (29/5/2025).
Baca juga: BPKH dan Bank Muamalat Luncurkan Kartu Haji Indonesia, Apa Itu?
Ia menambahkan, sebelumnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan penetapan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan kepada Sapto Amal Damandari sebagai komisaris utama Independen dan Imam Teguh Saptono sebagai direktur utama.
"Keduanya efektif menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing sejak 26 Maret 2025," imbuh dia.
Lebih lanjut, Hayunaji menuturkan, Bank Muamalat akan melanjutkan strategi business refocusing dengan fokus pada segmen ritel konsumer.
"Bank pertama murni syariah di Indonesia ini juga berkomitmen untuk terus berinovasi agar tetap relevan dengan kebutuhan nasabah serta bermanfaat bagi kemaslahatan umat," ungkap dia.
Baca juga: BPKH Masih Cari Investor Baru yang Ingin Beli Saham Bank Muamalat
Dihubungi secara terpisah, Komisaris Bank Muamalat Andre Mirza Hartawan juga mengamini bahwa Kukuh Rahardjo belum mendapatkan persetujuan untuk menjabat sebagai direktur oleh OJK.
"Iya betul Pak Kukuh belum mendapatkan persetujuan untuk Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (PKK) dari OJK," ujar dia.
Adapun, saat ini pemegang saham pengedali sedang menyiapkan direktur bisnis yang akan diajukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terdekat.
"Tentunya selanjutnya akan diajukan utk proses PKK oleh OJK," tutup dia.
Sebagai informasi, pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 11 Desember 2024, Bank Muamalat telah mengangkat Kukuh Rahardjo sebagai direktur, Imam Teguh Saptono sebagai Direktur Utama Bank Muamalat, dan Sapto Amal Damandari yang menjadi Komisaris Utama Independen.
Baca juga: Belum Direstui BEI, Bank Muamalat Belum Bisa Listing di Bursa
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang