JAKARTA, KOMPAS.com - PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menjelaskan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok 2 persen akibat adanya rentetan demonstrasi pekan lalu. Namun hal ini dipandang sebagai peluang emas di tengah badai.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan mengatakan, dengan aliran modal asing atau foreign inflow yang masih mencapai Rp 1,3 triliun pekan lalu, pihaknya mengidentifikasi sektor-sektor yang justru akan meraup keuntungan dari ketidakpastian politik.
Pada perdagangan pekan ini, David menyebut, pelaku pasar akan fokus pada sentimen kunci yakni aksi protes dan gejolak pasar.
"Demonstrasi mahasiswa dan pekerja mengenai gaji DPR, dana pendidikan, dan program makan sekolah berujung pada penurunan IHSG lebih dari 2 persen dan pelemahan rupiah hampir 1 persen. Bank Indonesia dan pengawas bursa perlu turun tangan untuk stabilisasi," ujar dia dalam keterangan tertulis, Senin (1/9/2025).
Baca juga: IHSG Senin Diprediksi Melemah Imbas Demo, BEI Diimbau Trading Halt Antisipasi Panic Selling
Ia memproyeksikan IHSG cenderung melemah dalam sepekan mendatang karena market akan fokus pada dinamika demo dan pernyataan otoritas, termasuk langkah Bank Indonesia dan Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), agar tidak menyebabkan kepanikan di pasar keuangan.
"Trader dan investor juga harus mencermati level support penting IHSG 7700-7800," imbuh dia.
Merespons dinamika pasar yang pada saat ini sangat sensitif pada aksi demo, David menyebut, pihaknya merekomendasikan strategi investasi yang berfokus pada saham-saham pilihan berfundamental kuat.
Berikut ini adalah beberapa saham pilihan IPOT yang dapat diperhatikan pelaku pasar modal sepakan ke depan.
1. Buy ANTM (Current Price: 3.040, Entry: 3.040, Target Price: 3.250 (6,91 persen), Stop Loss: 2.950 (-2,96 persen), Risk to Reward Ratio 1:2,3).
Harga komoditas emas kembali naik menyentuh all time high. Bahkan, pada Jumat pekan lalu saat IHSG bergerak turun, ANTM tetap tutup dengan candlestick yang sangat menarik. Dari sisi fundamental, berdasarkan kinerja semester I-2025, laba bersih ANTM naik 203 persen.
2. Buy HRTA (Current Price: 690, Entry: 690, Target Price: 760 (10,14 persen), Stop Loss: 660 (-4,35 persen) dan Risk to Reward Ratio 1:2,3).
HRTA sebagai toko butik emas akan sangat diuntungkan dengan komoditas emas yang terus naik. HRTA juga dikabarkan akan bekerjasama dengan BRIS untuk membentuk BSI gold. Dengan kerja sama ini tentu akan memperluas pangsa pasar HRTA.
3. Buy SIDO (Current Price: 520, Entry: 520, Target Price: 550 (5,77 persen), Stop Loss: 505 (-2,88 persen) dan Risk to Reward Ratio 1:2,0).
Baca juga: IHSG Dinilai Masih Atraktif, Valuasi Lebih Rendah dari Bursa Regional
Perbaikan data keyakinan konsumen memberikan indikasi konsumsi masyarakat masih terjaga dan SIDO sebagai produk yang dapat dikonsumsi harian akan lebih resilience terhadap kondisi ekonomi saat ini serta secara pergerakan harga saat ini SIDO cukup dekat dengan area supportnya.
Disclaimer: Artikel ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Semua rekomendasi dan analisis saham berasal dari analis sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Pastikan untuk melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang