Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Laporan Manulife: Orang Indonesia Paling Optimistis Siapkan Dana untuk Masa Pensiun Panjang

Kompas.com, 19 November 2025, 17:00 WIB
Aprillia Ika

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com – Indonesia muncul sebagai negara paling percaya diri dalam menyiapkan masa pensiun berdasarkan laporan Asia Financial Resilience and Longevity 2025 yang dirilis Manulife Wealth & Asset Management. Temuan ini menarik karena muncul di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah dan meningkatnya harapan hidup yang membuat masa pensiun kian panjang.

Dalam laporan tersebut, Indonesia mencatat tingkat keyakinan tertinggi, yakni 77 persen responden merasa memiliki tabungan yang cukup untuk hari tua. Angka ini lebih tinggi dibanding Malaysia, Filipina, maupun Hong Kong.

Kepercayaan diri ini banyak dipengaruhi pandangan masyarakat Indonesia yang memprioritaskan kemandirian finansial serta keinginan menjaga kualitas hidup saat tidak lagi bekerja.

Calvin Chiu selaku Head of Asia Retirement, Manulife dan Chief Executive Officer Manulife Investment Management Hong Kong, menilai optimisme masyarakat Indonesia menunjukkan kesadaran baru soal pentingnya menyiapkan masa tua.

“Usia panjang menghadirkan tantangan yang tidak bisa dihadapi dengan pola pikir lama. Perencanaan finansial perlu dilakukan lebih sistematis agar masyarakat dapat menikmati masa pensiun yang lebih baik,” ujarnya, dalam laporan Manulife, dikutip Rabu (19/11/2025).

Baca juga: Cara Menyiapkan Dana Hari Tua: Strategi Keuangan untuk Pensiun Tenang

Meski demikian, laporan juga memperlihatkan bahwa kesiapan tersebut tidak otomatis berarti aman. Pola investasi masyarakat Indonesia masih menempatkan uang tunai sebagai porsi terbesar dalam portofolio.

Sikap konservatif ini membuat banyak orang merasa aman di jangka pendek, tetapi berpotensi tertekan ketika inflasi meningkat atau kebutuhan kesehatan bertambah di usia lanjut.

Di sisi lain, semakin banyak masyarakat Indonesia yang mulai mempertimbangkan investasi berpendapatan. Sebanyak 69 persen responden bersedia mengalihkan sebagian portofolio dari properti ke instrumen yang memberi pendapatan rutin.

Pergeseran ini menandakan perubahan pola pikir menuju strategi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan di masa pensiun yang panjang.

Laporan tersebut juga menunjukkan bagaimana kehadiran perencana keuangan meningkatkan keyakinan masyarakat Indonesia. Dari responden yang menggunakan jasa profesional, 89 persen merasa lebih siap menghadapi hari tua.

Angka ini jauh lebih tinggi dibanding responden tanpa perencana, yang hanya mencapai 63 persen. Temuan ini mengindikasikan bahwa literasi keuangan dan pendampingan menjadi faktor penting dalam mempersiapkan masa depan finansial.

Baca juga: 10 Langkah Menyiapkan Dana Pensiun agar Hidup Tenang

Di tengah tren optimisme ini, Manulife menilai masih ada ruang besar untuk memperkuat kesiapan masyarakat Indonesia menghadapi masa pensiun yang bisa berlangsung hingga puluhan tahun.

Tantangan seperti biaya kesehatan, risiko inflasi, dan kebutuhan pendapatan jangka panjang menuntut strategi yang lebih komprehensif dan tidak hanya bergantung pada tabungan atau aset tunggal.

“Kehidupan yang semakin panjang seharusnya menjadi sumber harapan,” kata Chiu.

“Dengan pengelolaan keuangan yang lebih disiplin dan portofolio yang lebih terdiversifikasi, masyarakat Indonesia dapat memastikan masa pensiun yang lebih stabil dan berkualitas.”

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau