Editor
JAKARTA, KOMPAS.com — Risiko kemiskinan di kalangan generasi muda akibat perilaku keuangan yang impulsif kembali menjadi perhatian dunia pendidikan dan industri keuangan.
Untuk merespons fenomena tersebut, Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) bekerja sama dengan Kredit Pintar menginisiasi kampanye literasi keuangan bertajuk KOMA (Kemiskinan, Obrolan, Mimpi, Aksi): Berhenti Sebelum Titik.
Ketua Pelaksana Kampanye KOMA Polimedia, Rizky Kertanegara, menjelaskan tekanan sosial dan perilaku konsumsi yang tidak terkontrol telah menempatkan sebagian mahasiswa dalam situasi finansial rentan.
Baca juga: Bedanya Pinjol Produktif dan Konsumtif: Kenali Sebelum Terjebak Utang
Ilustrasi mengelola keuangan.
“Generasi muda saat ini menghadapi tantangan baru dalam pengelolaan keuangan. Tekanan gaya hidup, FOMO, dan godaan konsumsi instan yang kemudian membuat banyak mahasiswa rentan terhadap jeratan utang dan ketidakstabilan finansial,” ujar Rizky dalam siaran pers, Jumat (12/12/2025).
Ia menambahkan, kampanye KOMA dirancang untuk mengajak mahasiswa lebih sadar dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.
“Melalui campaign KOMA (Kemiskinan, Obrolan, Mimpi, Aksi) kami hadir untuk mengajak mahasiswa Polimedia dan generasi muda Indonesia untuk lebih sadar, bijak, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan,” katanya.
Kredit Pintar menilai, peningkatan literasi keuangan memiliki keterkaitan dengan pembangunan berkelanjutan.
Baca juga: Kenapa Tidak Boleh FOMO dalam Investasi?
Brand Manager Kredit Pintar, Puji Sukaryadi, menyebut inisiatif ini juga mendukung target penurunan kemiskinan.
“Inisiatif ini tidak hanya fokus pada edukasi keuangan, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi nyata terhadap SDGs poin satu yaitu No Poverty,” ujar Puji.