Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Minat Investor Menguat, Fase Awal KEK Industropolis Batang Nyaris Penuh

Kompas.com, 27 Januari 2026, 16:18 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Penyerapan lahan di KEK Industropolis Batang menunjukkan capaian signifikan hingga awal 2026.

Fase 1 kawasan seluas 450 hektare telah terserap sepenuhnya, sementara Fase 2 seluas 400 hektare telah terserap sekitar 95 persen. Adapun sisa lahan seluas kurang lebih 1.950 hektare kini memasuki tahap pengembangan lanjutan.

Capaian tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek kawasan industri yang ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) itu.

Baca juga: KEK Industropolis Batang Serap Investasi Rp 4,87 Triliun pada 2025

KEK Industropolis Batang. DOK. KEK INDUSTROPOLIS BATANG KEK Industropolis Batang.

Kepala Divisi Corporate Secretary KEK Industropolis Batang M Burhan Murtaki menyampaikan, tingginya serapan lahan menjadi indikator kuat meningkatnya minat investasi.

“Capaian penyerapan lahan ini merupakan refleksi kepercayaan investor terhadap KEK Industropolis Batang sebagai kawasan industri masa depan. Kami tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga ekosistem industri yang berkelanjutan, terintegrasi, dan berdaya saing global,” ujar Burhan dalam siaran pers, Selasa (27/1/2026).

Menurut pengelola kawasan, perkembangan tersebut tidak hanya ditunjukkan oleh angka penyerapan lahan, tetapi juga oleh aktivitas industri yang mulai berjalan dan terus bertambah.

Hingga kini, KEK Industropolis Batang telah menaungi sembilan tenant industri yang telah beroperasi. Tenant tersebut antara lain PT KCC Glass Indonesia, PT Yih Quan Footwear Indonesia, PT Samator Indogass, PT Sumber Graha Sejahtera, PT SEG Solar, PT Window Shutter Indonesia, PT Rumah Keramik Indonesia, PT Unipack Plasindo, dan PT Wavin Manufacturing Indonesia.

Baca juga: Investor China Tertarik KEK Industropolis Batang, Fokus Energi Baru dan EV

Selain itu, terdapat satu tenant lain yang tengah memasuki tahap operasional penuh.

Di luar tenant yang telah beroperasi, kawasan ini juga mengakomodasi sembilan tenant dalam skema Bangun Pabrik Siap Pakai (BPSP).

Ilustrasi kawasan industri. Shutterstock Ilustrasi kawasan industri.

Tenant tersebut meliputi Bromindo Mekar Mitra, Sinar Trans Global, Anggrek Jingga, GPI Logistic, Daho PNC Indonesia, XRL Travel Indonesia, Nesinak Manufacturing Indonesia, Ace Medical Products Indonesia, serta Crescere Trading Indonesia.

Aktivitas pembangunan pun masih berlangsung. Tercatat sebanyak 14 tenant berada dalam tahap konstruksi, mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari industri grinding ball, makanan dan pengolahan makanan, garmen, alat kesehatan, peralatan dokter gigi, industri slat laboratorium, hingga farmasi dan kedokteran.

Baca juga: KEK Industropolis Batang Hadirkan Layanan Keimigrasian, Mudahkan Investor dan Pekerja Asing

Keberagaman sektor tersebut menggambarkan karakter KEK Industropolis Batang sebagai kawasan industri multiguna yang menampung kebutuhan berbagai industri.

Selain berfungsi sebagai kawasan industri, KEK Industropolis Batang juga dikembangkan sebagai kawasan terpadu.

Pada area hunian dan rumah susun (rusun) pekerja, telah hadir sejumlah tenant komersial, khususnya di sektor kuliner dan layanan.

Beberapa di antaranya adalah Locarasa, San Bao, dan 25/7, serta berbagai kafe dan fasilitas penunjang lainnya yang melayani kebutuhan pekerja dan pengunjung kawasan.

Baca juga: Awal Kuartal IV 2025, KEK Industropolis Batang Kantongi Investasi Rp 456,76 Miliar

Halaman:


Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau