Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Intercontinental Exchange (ICE), operator bursa saham New York Stock Exchange (NYSE), melakukan investasi strategis di bursa kripto global OKX.
Investasi ini menandai langkah baru integrasi antara infrastruktur keuangan tradisional dan teknologi blockchain.
OKX, bursa kripto dan perusahaan teknologi Web3, mengumumkan ICE melakukan investasi strategis pada perusahaan tersebut dengan valuasi sebesar 25 miliar dollar AS atau sekitar Rp 423,25 triliun (asumsi kurs Rp 16.930 per dollar AS).
Baca juga: Platform Kripto OKX Kantongi ISO 27001:2022 untuk Keamanan Informasi
Ilustrasi aset kripto. Aturan pajak kripto baru resmi berlaku mulai 1 Agustus 2025.Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, ICE juga akan menempati kursi di Dewan Direksi OKX.
OKX saat ini melayani lebih dari 120 juta pengguna di lebih dari 100 negara di seluruh dunia melalui berbagai layanan, termasuk perdagangan spot dan derivatif, dompet Web3, serta berbagai perangkat keuangan untuk investor ritel maupun institusional.
Investasi ini disebut sebagai salah satu langkah penting yang mencerminkan meningkatnya perhatian lembaga keuangan besar terhadap pasar aset digital.
Kemitraan antara OKX dan ICE juga dipandang sebagai upaya untuk meningkatkan kepercayaan, transparansi, dan akses pengguna terhadap produk keuangan global.
Baca juga: Platform Kripto OKX Catat Aset Pengguna Tembus 28 Miliar Dollar AS
Kemitraan antara OKX dan ICE merupakan bagian dari inisiatif yang lebih luas untuk mengintegrasikan infrastruktur pasar modal tradisional dengan teknologi blockchain yang lebih cepat dan terbuka. Kerja sama tersebut mencakup empat pilar utama.
Pertama, akses terhadap saham Amerika Serikat (AS) yang ditokenisasi di platform OKX.
Ilustrasi pasar saham.Dalam rencana ini, pengguna OKX akan dapat memperdagangkan saham yang ditokenisasi dan derivatif yang terdaftar di NYSE. Peluncuran produk tersebut direncanakan pada semester II 2026.
Kedua, ICE akan melisensikan harga spot mata uang kripto dari OKX untuk mendukung pengembangan produk futures kripto baru di infrastrukturnya.
Baca juga: Bursa Kripto OKX Masuk Pasar AS
Ketiga, kedua perusahaan akan bekerja sama dalam pengembangan solusi kliring dan manajemen risiko dengan standar institusional.
Keempat, kolaborasi juga akan dilakukan dalam pembangunan infrastruktur kustodi multi-chain dan pengembangan sistem dompet digital generasi berikutnya.
Seiring dengan investasi tersebut, NYSE juga mengumumkan rencana pengembangan Platform Sekuritas Bertokenisasi. Inisiatif ini dirancang untuk membawa saham-saham AS yang tercatat di bursa serta exchange-traded fund (ETF) ke dalam ekosistem blockchain.
Platform tersebut dirancang dengan sejumlah fitur yang berpotensi mengubah cara investor mengakses pasar saham. Salah satunya adalah perdagangan selama 24 jam dalam tujuh hari.
Baca juga: OJK Siapkan Aturan Influencer Kripto, Industri Sambut Positif