Editor
JAKARTA, KOMPAS.com — PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencatatkan kinerja bisnis yang solid sepanjang 2025. Capaian tersebut menjadi landasan bagi perusahaan untuk menghadirkan berbagai program yang menyasar kebutuhan masyarakat selama Ramadhan 2026, mulai dari mobilitas hingga perencanaan finansial dan ibadah.
Perusahaan menilai Ramadhan sebagai momentum penting ketika kebutuhan masyarakat meningkat, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun pengelolaan keuangan menjelang Lebaran.
Direktur Utama Adira Finance Dewa Made Susila mengatakan, perusahaan berupaya menghadirkan solusi pembiayaan yang tidak hanya mendukung aktivitas ekonomi, tetapi juga memberi ketenangan bagi masyarakat dalam menjalani bulan suci.
“Ramadhan adalah momentum ketika kebutuhan masyarakat meningkat, baik untuk mobilitas, konsumsi, maupun perencanaan ibadah,” ujar Made dalam acara buka puasa bersama media di Semaja Menteng, Jakarta, Selasa (4/3/2026) lalu.
“Sebagai perusahaan pembiayaan, peran kami bukan hanya menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga menghadirkan ketenangan melalui solusi yang lebih terencana dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Baca juga: Adira Finance Catat Surat Pemesanan Kendaraan Naik 60 Persen di IIMS Jakarta 2026
Sepanjang 2025, Adira Finance mencatat pembiayaan baru sebesar Rp 43,2 triliun atau tumbuh 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, piutang pembiayaan yang dikelola meningkat 13 persen menjadi Rp 63,4 triliun.
Dari sisi profitabilitas, perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp 12,1 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 1,5 triliun. Di sisi lain, kualitas aset tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) membaik menjadi 2,0 persen.
Direktur Keuangan Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan, fundamental bisnis yang kuat menjadi bekal penting bagi perusahaan untuk menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus menghadirkan program yang relevan bagi masyarakat.
“Kinerja 2025 mencerminkan ketahanan model bisnis Adira dalam menghadapi dinamika pasar,” kata Sylvanus.
“Likuiditas tetap terjaga, kualitas pembiayaan terus membaik, dan pengelolaan risiko dijalankan secara disiplin,” lanjutnya.
Baca juga: Merger dengan Mandala, Bisnis Roda Dua Adira Finance Tumbuh
Menurut dia, industri multifinance masih memiliki peluang pertumbuhan pada 2026.
“Sejalan dengan proyeksi industri multifinance yang diperkirakan tumbuh 6–8 persen, kami melihat peluang pertumbuhan yang tetap terbuka di 2026,” ujar Sylvanus.
“Fondasi inilah yang membuat kami optimistis menyambut 2026 dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.”
Optimisme tersebut juga terlihat dari partisipasi Adira Finance dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) Jakarta 2026 bersama Danamon dan didukung MUFG. Dalam pameran tersebut, perusahaan mencatat pertumbuhan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) sebesar 60 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca juga: Adira Finance dan Mandala Finance Merger, Ini Komposisi Pemegang Sahamnya
Selain fokus pada bisnis, Adira Finance juga menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) KURMA (Kembali Seru Bersama) yang telah memasuki tahun kelima.
Program ini diselenggarakan bersama Zurich Syariah dan tvOne untuk menghadirkan perjalanan mudik yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
Pada 2026, Adira Finance akan memberangkatkan 300 peserta menggunakan 10 bus menuju Solo dan Yogyakarta pada 18 Maret 2026. Titik keberangkatan berada di Kantor Pusat tvOne, Pulo Gadung.
Pengumuman peserta yang terpilih dijadwalkan pada 10 Maret 2026 melalui situs resmi Adira Finance.