SIDOARJO, KOMPAS.com - Importir dari Jawa Timur mendatangkan sekitar 250 ekor hewan ternak dari Australia melalui Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas genetika ternak lokal serta mendorong produksi susu dalam negeri.
Direktur PT Tombak Mas Nusantara Aji Bagus Setiyawan mengatakan, pengiriman mencakup domba, sapi perah, hingga unta.
Jenis domba yang didatangkan terdiri dari Texel, Suffolk, dan Dorper dengan total 165 ekor. Ketiga jenis ini dipilih karena memiliki kualitas bibit lebih unggul.
"Kami ingin fokuskan untuk pengembangan bibit yang ada di Indonesia agar para peternak lokal bisa mengembangkan bibit-bibit domba mereka," ujar Aji, Senin (30/03/2026).
Baca juga: 3.200 Sapi Impor dari Australia Tiba di Indonesia Hari Ini
Selain domba, importir juga membawa 23 ekor sapi perah jenis Friesian Holstein. Pengadaan ini ditujukan untuk meningkatkan produksi susu nasional.
"Untuk sapi perah, kami ingin serahkan kepada para peternak agar sapi perah bisa memproduksi susu dan memenuhi kebutuhan susu nasional," tuturnya.
Sebagian boks berisi hewan ternak asal Australia yang baru tiba di Terminal Kargo Bandara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo. Hewan ternak tersebut selanjutnya akan menjalani masa karantina selama 14 hari sebelum dikirim kembali ke Malang, Jawa Timur, dan Lembang, Jawa Barat, Senin (30/03/2026).Importasi juga mencakup 35 ekor unta jenis Camelus dromedarius. Hewan ini akan digunakan untuk mendukung sektor ekowisata.
"Untuk unta, kami ingin mendukung kegiatan ekowisata yang ada di negara kita," jelasnya.
Seluruh ternak wajib menjalani masa karantina sebelum didistribusikan. Proses ini dilakukan untuk memastikan kesehatan hewan dan mencegah penyakit menular.
"Kami akan langsung kirim ke Karantina di daerah Tandes yang ada di Surabaya untuk dilakukan proses karantina selama 14 hari," katanya.
Baca juga: Ketika Desa Berusaha Kaya dari Ternak Kambing…
Setelah karantina, ternak akan dikirim ke Malang, Jawa Timur, serta Lembang, Jawa Barat.
Nilai investasi tiap ternak bervariasi. Harga tertinggi terdapat pada unta yang mencapai Rp 130 juta per ekor.
Alternatif judul:
1. Importir Datangkan 250 Ternak dari Australia, Ada Domba hingga Unta