JAKARTA, KOMPAS.com - Minat masyarakat terhadap layanan bank bullion atau bank emas di Indonesia terus meningkat seiring dengan tren kenaikan harga emas global.
Peningkatan tersebut tercermin dari lonjakan jumlah nasabah, jumlah emas yang digadaikan, dan jumlah pinjaman emas sejak bank billion diluncurkan Februari 2025.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, jumlah nasabah bank bullion saat baru diluncurkan tercatat sekitar 3,2 juta orang. Kemudian jumlahnya meningkat menjadi sekitar 5,7 juta nasabah.
Tidak hanya itu, jumlah emas yang digadikan juga mengalami peningkatan signifikan menjadi sekitar 144,7 ton dari sebelumnya 94 ton dan jumlah pinjaman emas meningkat menjadi 38,5 ton atau senilai Rp 102 triliun.
"Jadi itu (bisnis bank bullion) meningkat dengan pesat," ujarnya saat acara Launching AKSI KLIK di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Baca juga: Jumlah Nasabah Bullion Bank BSI Naik 44 Persen Seiring Kenaikan Harga Emas
Airlangga menjelaskan, peningkatan tersebut tidak terlepas dari tren kenaikan harga emas di pasar global yang mendorong masyarakat mencari instrumen investasi yang relatif aman atau safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Saat bank bullion diluncurkan, harga emas global masih berada di kisaran 3.000 dollar AS per ons. Namun saat ini harganya telah meningkat hingga sekitar 5.000 dollar AS per ons.
Kenaikan harga emas dunia ini, menurut Airlangga, dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global yang menyebabkan investor global berbondong-bondong membeli logam mulia tersebut.
Baca juga: MBG Disorot Fitch, Airlangga Sebut Investasi Jangka Panjang
Pemerintah menilai perkembangan bank bullion tersebut menjadi salah satu langkah penting untuk memperdalam sektor keuangan nasional dengan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia.
"Tentu capaian-capaian ini tidak lepas dari peran KL yang bekerja sama dengan BI dan Kemenko untuk mendorong literasi dan kesejahteraan keuangan," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang