JAKARTA, KOMPAS.com-Pelaku usaha pusat perbelanjaan dan ritel menargetkan transaksi kebutuhan Idul Fitri 1447 Hijriah mencapai Rp 53 triliun.
Target itu disiapkan melalui program Belanja di Indonesia Aja BINA Lebaran 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut nilai tersebut meningkat dibandingkan capaian tahun lalu.
“Saya monitor BINA targetnya sekarang Rp53 triliun, dan ini naik 20 persen dibandingkan tahun yang lalu,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Senayan City, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Baca juga: Ada Gejolak Geopolitik, Diskon Pupuk 20 Persen Tetap Lanjut
Program tersebut berlangsung selama 25 hari. Pelaksanaan dimulai pada 6 Maret hingga 30 Maret 2026.
Data pemerintah menunjukkan konsumsi masyarakat meningkat pada awal tahun. Indeks Keyakinan Konsumen tercatat berada di level 127 pada Januari sampai Februari.
Pelaku usaha ritel juga menyiapkan potongan harga besar untuk menarik minat belanja menjelang Lebaran.
“Dan kami berharap ini akan terus meningkatkan konsumsi dalam negeri. Tadi janjinya diskonnya 70 sampai 80 persen ya?” tutur Airlangga.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan program BINA Lebaran 2026 menjadi langkah untuk mendorong konsumsi domestik.
Program ini juga melibatkan kolaborasi antara ritel modern dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah.
“Jadi ini kolaborasi yang cukup bagus antara ritel modern, department store, mall, dan juga UMKM untuk saling menyediakan produknya, yang tujuannya adalah mendukung atau menyambut Lebaran,” kata Budi.
Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia Hippindo Budihardjo Iduansjah mengatakan program tersebut melibatkan ratusan merek dan puluhan ribu toko.
“Kalau dari ritel, kita ada 800 brand, 80 ribu toko. Makanan, minuman terlibat. Baju, elektronik, store, semua juga kita libatkan, juga ada kategori obat dan segala macam, kita dorong,” kata Budihardjo.
Program BINA, kata dia, dirancang untuk memperkuat perekonomian domestik di tengah ketidakpastian global.
“Belanja di Indonesia Aja (BINA). Program ini memang kita buat untuk memperkuat perekonomian di dalam negeri,” ujarnya.
Budihardjo menambahkan stok barang tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran.
“Terpenting adalah konsumsi dalam negeri ini. Kita berusaha memenuhi stok. Stok yang ada dari lokal cukup terjaga,” ucap dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang