Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sudah 990.000 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek hingga H-5 Libur Lebaran 2026

Kompas.com, 18 Maret 2026, 09:42 WIB
Kiki Safitri,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menyampaikan, 990.506 kendaraan meninggalkan Jabotabek pada H-10 hingga H-5 libur Hari Raya Idulfitri 1447 H/Lebaran 2026 atau pada periode Rabu-Senin (11-16 Maret 2026).

“Angka tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (arah Bandung), GT Cikupa (arah Merak), dan GT Ciawi (arah Puncak),” kata Rivan dalam keterangan tertulis, Selasa (17/3/2026).

Dia mengatakan, total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini meningkat 13,6 persen jika dibandingkan dengan lalin normal (871.629 kendaraan).

Baca juga: Pertamina Pastikan Stok BBM dan Elpiji Aman Selama Lebaran, Masyarakat Diimbau Tak Panic Buying

Untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jabotabek menuju ketiga arah yaitu mayoritas sebanyak 479.899 kendaraan (48,5 persen) menuju arah Timur (Trans Jawa dan Bandung), 303.113 kendaraan (30,6 persen) menuju arah Barat (Merak), dan 207.494 kendaraan (20,9 persen) menuju arah Selatan (Puncak).

Adapun arus lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek terus menunjukkan peningkatan menjelang Lebaran 2026, dengan lonjakan signifikan terjadi di sejumlah arah utama.

Untuk arah timur, yaitu menuju Trans Jawa dan Bandung, volume kendaraan mengalami peningkatan cukup tinggi.

Melalui Gerbang Tol Cikampek Utama di ruas Tol Jakarta–Cikampek, tercatat sebanyak 290.799 kendaraan melintas menuju Trans Jawa, atau naik 69,0 persen dibandingkan kondisi normal.

Sementara itu, kendaraan yang menuju Bandung melalui Gerbang Tol Kalihurip Utama di ruas Tol Cipularang tercatat sebanyak 189.100 unit, sedikit lebih rendah 2,0 persen dari lalu lintas normal.

Secara keseluruhan, total kendaraan yang menuju Trans Jawa dan Bandung melalui kedua gerbang tol tersebut mencapai 479.899 unit, atau meningkat 31,5 persen dibandingkan kondisi normal.

Di arah barat, arus kendaraan menuju Merak melalui Gerbang Tol Cikupa di ruas Tol Tangerang–Merak tercatat sebanyak 303.113 kendaraan, atau meningkat 4,5 persen dari kondisi normal.

Sementara itu, untuk arah selatan menuju kawasan Puncak, jumlah kendaraan yang melintas melalui Gerbang Tol Ciawi di ruas Tol Jagorawi tercatat sebanyak 207.494 unit, atau turun 4,2 persen dibandingkan lalu lintas normal.

Rivan menjelaskan bahwa peningkatan volume kendaraan ini semakin terlihat pada H-5 Lebaran.

Pada H-5 Lebaran atau Senin, 16 Maret 2026, volume lalu lintas yang meninggalkan Jabotabek melalui empat gerbang tol utama mencapai 178.164 kendaraan, meningkat 36,4 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 130.641 kendaraan.

“Pergerakan masyarakat yang meninggalkan wilayah Jabotabek terus mengalami peningkatan menjelang libur Hari Raya Idulfitri,” ungkap Rivan.

Jasa Marga memproyeksikan volume lalu lintas di empat gerbang tol (GT) utama saat puncak arus yang diprediksi terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026, mencapai sebanyak 259.000 kendaraan atau meningkat 90,5 persen dibandingkan lalu lintas normal.

Halaman:


Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau