JAKARTA, KOMPAS.com — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berencana melakukan buyback saham dengan nilai maksimal Rp 1,17 triliun.
Rencana ini disampaikan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.
Jumlah saham yang dibeli kembali tidak melebihi 10 persen dari modal disetor.
Ketentuan ini mengacu pada aturan OJK dan undang-undang perseroan.
Sumber dana buyback berasal dari kas internal.
Dana tidak berasal dari hasil penawaran umum maupun pinjaman.
"Total nilai Buyback diperkirakan sebesar-besarnya Rp 1,17 triliun termasuk biaya transaksi pembelian kembali, biaya komisi perantara pedagang efek, dan biaya lainnya," tulis manajemen Bank Mandiri, Kamis (17/3/2026).
Baca juga: Asing Borong BMRI hingga PTBA Saat IHSG Melemah
Aksi ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan pasar terhadap prospek bisnis perusahaan.
Buyback juga diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara kondisi pasar dan kinerja perseroan.
Saham hasil buyback akan dialokasikan untuk program kepemilikan saham karyawan.
Program serupa juga disiapkan untuk direksi dan dewan komisaris sebagai bagian dari kompensasi jangka panjang.
Bank Mandiri memastikan pelaksanaan buyback tetap memperhatikan likuiditas dan permodalan.
Perseroan tidak akan melakukan buyback jika berisiko menurunkan likuiditas saham di pasar.
Baca juga: Boy Thohir: ADRO Gelar Buyback Rp 4 Triliun karena Fundamental Kuat
Di sisi lain, aksi ini akan menurunkan aset dan ekuitas sebesar nilai buyback.
Jika seluruh anggaran digunakan, aset dan ekuitas akan berkurang hingga Rp 1,17 triliun.
"Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak negatif yang material bagi kegiatan usaha dan pertumbuhan perseroan, karena perseroan pada saat ini memiliki modal dan cash flow yang cukup untuk melakukan dan membiayai seluruh kegiatan usaha, kegiatan pengembangan usaha, kegiatan operasional serta buyback," jelas manajemen.
Rencana buyback akan dimintakan persetujuan dalam RUPS Tahunan 2025.
Rapat dijadwalkan berlangsung pada 29 Maret 2026.
Jika disetujui, buyback akan dilakukan mulai 30 April 2026 hingga 29 April 2027.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang