Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jadwal Pembagian Dividen BBCA Rp 281 Per Saham, Catat Tanggalnya

Kompas.com, 20 Maret 2026, 11:45 WIB
Nur Jamal Shaid

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) atau BBCA akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp 336 per saham. Keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 12 Maret 2026.

Total dividen tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar Rp 55 per saham yang telah dibayarkan pada 22 Desember 2025. Dengan demikian, sisa dividen tunai BBCA yang akan dibayarkan kepada pemegang saham sebesar Rp 281 per saham.

Manajemen perseroan menyampaikan, sisa dividen tersebut akan diberikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal pencatatan (record date).

Baca juga: Jadwal Operasional BCA Saat Libur Lebaran 2026, Simak Tanggal Bukanya

Jadwal pembagian dividen BBCA

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, berikut jadwal pembagian dividen BBCA:

  • Tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 27 Maret 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai: 31 Maret 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 30 Maret 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai: 1 April 2026
  • Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai (record date): 31 Maret 2026
  • Tanggal pembayaran dividen: 8 April 2026

Artinya, investor yang ingin mendapatkan dividen harus memiliki saham BBCA paling lambat hingga akhir perdagangan 27 Maret 2026 untuk pasar reguler dan negosiasi.

Ilustrasi dividen. Ilustrasi dividen.

Yield dividen dan kinerja saham

Dengan asumsi harga saham BBCA di level Rp 6.775 per saham pada 17 Maret 2026, potensi yield dividen dari sisa pembayaran Rp 281 per saham berada di kisaran 4,15 persen.

Sepanjang tahun berjalan, harga saham BBCA tercatat melemah sekitar 16,10 persen. Pada akhir 2025, saham bank swasta terbesar ini masih berada di level Rp 8.075 per saham.

Dari sisi kinerja, total dividen yang dibagikan setara dengan sekitar 72 persen dari laba bersih 2025 yang mencapai Rp 57,5 triliun. Rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 67,4 persen.

Rencana bagikan dividen interim lebih rutin

Selain dividen final, perseroan juga berencana membagikan dividen interim lebih sering mulai tahun buku 2026.

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menyebutkan, dividen interim direncanakan dibagikan hingga tiga kali dalam setahun atau setiap kuartal, dengan persetujuan Dewan Komisaris.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan arus kas bagi pemegang saham, terutama investor ritel, sekaligus memberikan nilai tambah bagi investor yang konsisten memegang saham perseroan.

"Kami mengungkapkan apresiasi sebesar-besarnya atas kepercayaan dan dukungan dari segenap pemegang saham. BCA senantiasa berfokus pada fundamental bisnis perseroan, serta melangkah dengan pruden pada tahun 2026," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau