Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Gejolak geopolitik akibat perang Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran memicu gangguan aliran minyak global, merusak infrastruktur energi, serta meningkatkan kekhawatiran akan konflik berkepanjangan.
Namun, di tengah ketidakpastian ekonomi tersebut, harga emas dunia yang biasanya menjadi aset safe haven justru mengalami penurunan tajam.
Dikutip dari CNN, Sabtu (21/3/2026), logam mulia itu tercatat turun 11 persen dalam sepekan, menjadi penurunan mingguan terbesar sejak 1983.
Baca juga: Harga Emas di Pegadaian 21 Maret 2026, Galeri 24 dan UBS Stabil
Ilustrasi emas. Perang di Timur Tengah mengganggu penerbangan dari Dubai, membuat pedagang menawarkan diskon emas hingga 30 dollar AS per ons.Secara keseluruhan, harga emas dunia telah merosot lebih dari 14 persen sejak konflik dimulai.
Dalam kondisi gejolak global, investor umumnya beralih ke emas dengan keyakinan bahwa aset ini dapat mempertahankan nilainya ketika inflasi meningkat, mata uang melemah, atau krisis ekonomi terjadi.
Akan tetapi, lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah kini mendorong bank sentral di berbagai negara meninjau kembali prospek suku bunga, yang berdampak signifikan terhadap pergerakan harga emas.
Situasi pasar yang bergejolak juga memicu penguatan kembali dollar AS serta mendorong investor meninjau ulang komposisi portofolio mereka.
Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 21 Maret 2026, Cek Rinciannya
Pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga acuannya sepanjang tahun ini.
Kondisi tersebut meningkatkan daya tarik instrumen investasi yang memberikan imbal hasil seperti obligasi, sekaligus menekan minat terhadap emas yang tidak menghasilkan pendapatan.
Ilustrasi emas batangan, harga emas hari ini. Suku bunga The Fed memiliki pengaruh besar terhadap pasar keuangan global. Bank sentral AS itu baru saja mempertahankan suku bunga untuk kedua kalinya secara berturut-turut.
Berdasarkan data CME FedWatch, pelaku pasar kini memperkirakan tidak akan ada pemangkasan suku bunga tambahan sepanjang tahun ini.
Baca juga: Harga Emas dan Perak Dunia Anjlok di Tengah Lonjakan Minyak dan Risiko Inflasi Global
Sebelumnya, harga emas sempat melonjak tajam pada musim gugur ketika The Fed memangkas suku bunga tiga kali berturut-turut. Kini, dengan ekspektasi suku bunga akan bertahan stabil selama beberapa bulan ke depan, imbal hasil obligasi meningkat.
Hal ini meningkatkan opportunity cost atau biaya peluang memegang emas.
“Saya rasa dalam penurunan harga emas baru-baru ini, imbal hasil yang lebih tinggi memainkan peran besar,” ujar Hardika Singh, economic strategist di Fundstrat.
Menurutnya, kenaikan imbal hasil menjadi faktor utama yang menjelaskan penurunan harga emas belakangan ini.
Baca juga: Go Show Emas Antam Lebaran 2026, Catat Tanggal dan Lokasinya