JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat pada awal perdagangan Kamis (26/3/2026). Rupiah berada di level Rp 16.890 per dollar Amerika Serikat (AS), menguat 20 poin atau 0,12 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 16.911 per dollar AS.
Penguatan rupiah terjadi di tengah pergerakan mayoritas mata uang Asia yang justru berada di zona merah. Ringgit Malaysia melemah 0,5 persen. Disusul won Korea Selatan yang terkoreksi 0,24 persen, baht Thailand dan peso Filipina masing-masing turun 0,16 persen.
Selanjutnya, yuan China terkoreksi 0,04 persen, diikuti dollar Singapura yang terdepresiasi 0,008 persen, yen Jepang yang terkoreksi 0,006 persen terhadap dollar AS.
Di sisi lain, dollar Taiwan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah naik 0,24 persen. Sementara itu, dollar Hong Kong menguat tipis 0,02 persen.
Baca juga: Dibuka Menguat, IHSG Berbalik Tergelincir ke Zona Merah
Sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada awal perdagangan Kamis ini. Berdasarkan data BEI, indeks terkoreksi 41,08 poin atau 0,56 persen ke level 7.261,04 per pukul 09.37 WIB.
Di awal perdagangan, IHSG sempat dibuka menguat di posisi 7.313,67, bahkan menyentuh level tertinggi harian di 7.323,70. Namun, tekanan jual yang cukup kuat membuat indeks berbalik arah dan turun hingga menyentuh level terendah di 7.257,85.
Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi tercatat sebesar 11,91 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 22,32 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 474.165 kali.
Ada 311 saham menguat, 250 saham melemah, dan 168 saham stagnan.
Baca juga: Rupiah di Pasar Spot Tertekan, Sentuh Rp 16.911 Per Dollar AS
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang