Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Investor Berebut Saham SpaceX Pra-IPO, Risiko Penipuan Mengintai

Kompas.com, 26 Maret 2026, 09:28 WIB
Teuku Muhammad Valdy Arief

Editor

Sumber Reuters

KOMPAS.com — Sejumlah investor mulai memburu saham SpaceX sebelum perusahaan milik Elon Musk itu melantai di bursa.

Minat tinggi dipicu potensi keuntungan besar, tetapi risiko meningkat karena transaksi berlangsung di pasar yang tidak transparan.

Pengusaha Tejpaul Bhatia menjadi salah satu investor yang masuk lebih awal. Ia mengaku memiliki sebagian saham SpaceX, tetapi tidak dapat memastikan kepemilikannya secara penuh.

“Saya harap saya tidak tertipu,” kata Bhatia.

“Saya rasa tidak, tetapi sekali lagi, tidak ada cara untuk mengetahuinya,” sambungnya.

Baca juga: Elon Musk Makin Dekat Jadi Triliuner Pertama Dunia, Roket SpaceX Jadi Penopang Kekayaan

Transaksi di pasar sekunder

Bhatia mulai masuk ke industri antariksa pada 2021 saat valuasi SpaceX sekitar 75 miliar dollar AS atau sekitar Rp1.266 triliun.

Akses langsung ke saham sulit karena kepemilikan didominasi investor awal dan institusi dekat Elon Musk.

Ia kemudian membeli saham melalui pasar sekunder. Pasar ini mempertemukan investor dengan broker yang menjual saham perusahaan privat.

SpaceX kini disebut bersiap melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering dengan valuasi mendekati 1,75 triliun dollar AS atau sekitar Rp29.559 triliun.

“Ini adalah peluang IPO terpanas dalam sejarah,” ujar Bhatia.

Baca juga: Ambisi Baru Elon Musk, Siapkan Terafab untuk Produksi Chip AI

Struktur kepemilikan kompleks

Transaksi di pasar sekunder sering menggunakan special purpose vehicle atau SPV, kendaraan investasi yang mengumpulkan dana untuk membeli hak atas saham di masa depan.

Struktur ini membuat investor tidak selalu memiliki saham langsung di perusahaan.

“Anda bergantung pada pihak lawan dalam transaksi ini dan reputasi mereka,” kata Mitchell Littman. “Setiap kali ada kehebohan seputar hal-hal seperti ini, para penipu pasti akan muncul karena mereka mencium peluang.”

Permintaan tinggi membuat struktur investasi semakin rumit. Saham dapat berpindah melalui beberapa perantara, masing-masing mengambil biaya.

“Situasinya menjadi agak longgar,” kata Namek Zu’bi.

Zu’bi memilih tidak membeli saham SpaceX karena khawatir penipuan.

“Banyak orang akan menghasilkan banyak uang,” ujarnya. “Tetapi Anda juga akan menemukan banyak orang yang terkejut atau kaget” karena mereka tidak memiliki saham apa pun.

Investor sering hanya melihat entitas di atas mereka dalam struktur tersebut. Mereka tidak dapat memastikan apakah saham di tingkat atas benar-benar ada.

“Itu tidak cukup untuk memastikan saham tersebut benar-benar ada,” kata seorang eksekutif industri pasar sekunder.

Halaman:


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau