JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah di pasar spot berhasil mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan Kamis (26/3/2026). Rupiah ditutup di level Rp 16.904 per dollar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda menguat 7 poin. Rupiah menguat 0,04 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 16.911 per dollar AS.
Pergerakan rupiah tersebut berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang justru melemah.
Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, IHSG Bergerak ke Zona Merah
Ilustrasi rupiah. Ringgit Malaysia mencatat pelemahan terdalam setelah terdepresiasi 0,73 persen terhadap dollar AS.
Selanjutnya, baht Thailand turun 0,3 persen, diikuti won Korea Selatan melemah 0,28 persen, peso Filipina terkoreksi 0,25 persen.
Pelemahan turut terjadi pada dollar Singapura yang turun 0,14 persen, serta dollar Hong Kong tergelincir 0,03 persen.
Sementara itu, yuan China dan yen Jepang sama-sama melemah tipis masing-masing 0,02 persen.
Baca juga: Rupiah di Pasar Spot Tertekan, Sentuh Rp 16.911 Per Dollar AS
Di sisi lain, dollar Taiwan menjadi satu-satunya mata uang dengan penguatan signifikan di Asia setelah menguat 0,23 persen terhadap dollar AS.
Di lain sisi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup melemah.
Indeks ditutup turun 1,89 persen atau terkoreksi 138,029 poin ke level 7.164,091, setelah sepanjang hari bergerak dalam tren menurun sejak awal sesi.
Sejak pembukaan di posisi 7.313,665, indeks sempat menguat tipis dan mencatatkan level tertinggi harian di 7.323,702.
Ilustrasi saham.Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat 0,10 Persen ke Level Rp 16.880 per Dollar AS
Namun, tekanan jual mulai mendominasi sejak sesi pagi, mendorong IHSG bergerak turun secara bertahap hingga menyentuh angka terendah di 7.152,592, sebelum akhirnya ditutup sedikit di atas level tersebut.
Dari sisi likuiditas, aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan volume mencapai 30,83 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 31,88 triliun, serta frekuensi transaksi menembus 1,71 juta kali.
Tekanan juga tecermin dari breadth market yang negatif, di mana jumlah saham yang turun mencapai 380 saham, jauh lebih banyak dibandingkan saham yang naik sebanyak 292 saham, sementara 148 saham stagnan.
Dengan kondisi ini, kapitalisasi pasar BEI menyentuh Rp 12.620,998 triliun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang