Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Presiden Trump Segera Akhiri Perang, Harga Minyak Melonjak Lebih Tinggi

Kompas.com, 28 Maret 2026, 17:21 WIB
Seto Ajinugroho,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

Sumber Kompas.com

KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut bahwa perang dengan Iran segera diselesaikan.

Hal ini dikatakan Trump saat berada di KTT FII Priority, Miami Beach, Jumat (28/3/2026).

Menurut pengakuannya, perang sebetulnya sudah mereda tapi belum sepenuhnya selesai.

"Ini semacam sudah selesai, tapi belum benar-benar selesai. Ini harus diselesaikan," ujar Trump dikutip dari Kompas.com, Sabtu (28/3/2026).

Baca juga: Nasdaq Ambles 3,23 Persen, Saham Teknologi Tertekan Isu Perang Iran

Meski demikian, ia yakin angkatan bersenjata AS mampu menyelesaikan berbagai skenario tempur kepada Iran dengan mudah. Trump menjamin segalanya berjalan lebih gampang.

"Kami tahu ini akan berjalan mudah," katanya.

Bila dunia internasional menyebut konflik bersenjata di Timur Tengah adalah perang, Trump tidak demikian. Ia menyebutnya operasi militer.

"Kami menyebutnya operasi militer. Kami tidak menyebutnya perang. Kami menyebutnya operasi militer," katanya.

Baca juga: AS-Israel Keluarkan Jutaan Dollar Tangkal Rudal Murah Buatan Iran

Lalu, dirinya mengatakan jika harga minyak tetap melonjak lebih tinggi lagi sebelum perang rampung. Tetapi setelahnya perekonomian kembali membaik.

"Saya pikir kita akan turun lebih jauh (indeks saham), dan saya pikir harga minyak akan melonjak lebih tinggi. Ketika perang ini berakhir, itu akan menjadi seperti roket. Ini memang belum berakhir," jelasnya.

Apa yang dikatakan Trump mengenai harga minyak melonjak benar adanya.

Baca juga: Ekspor RI ke Iran Capai Rp 4,2 T, Meski Perang Hantui Timur Tengah

Harga minyak dunia naik

Pada Sabtu (28/3/2026) harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) naik 5,46 persen menjadi 99,64 dollar AS (sekitar Rp 1.086.400, kurs Rp 16.950)  per barrel.

Sementara itu, harga minyak acuan global Brent menguat 4,22 persen ke level 112,57 (Rp 1.912.654) dollar AS per barrel.

Angka tersebut tertinggi sejak Juli 2022 usai serangan Rusia ke Ukraina.

Dampak konflik di Timur Tengah juga mengenai Indonesia dengan terancamnya impor energi dari wilayah itu.

Baca juga: Trump Tunda Serangan ke Fasilitas Energi Iran, Harga Minyak Tertahan

Artikel ini pernah tayang di Kompas.com berjudul "Trump Klaim Perang Iran Segera Berakhir, Sebut Ekonomi Akan Meroket" dan "Harga Minyak Dunia Tertinggi Sejak 2022, Tembus 112 Dollar AS"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau