Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Moody's Ubah Outlook 5 Bank, Perbanas Jamin Kondisi Aman

Kompas.com, 28 Maret 2026, 13:58 WIB
Isna Rifka Sri Rahayu,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menilai penurunan outlook sejumlah bank di Indonesia oleh Moody's tidak mencerminkan penurunan kondisi fundamental perbankan nasional.

Chief Economist OCE Perbanas Dzulfian Syafrian mengatakan, berbagai indikator kunci menunjukkan bahwa fondasi kinerja perbankan nasional terutama yang masuk dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) masih sangat baik.

Penurunan outlook lima bank besar oleh Moody's lebih menunjukkan adanya sinyal kewaspadaan terhadap potensi risiko ke depan, khususnya terkait efektivitas dan tata kelola kebijakan ekonomi nasional.

Baca juga: Di Balik Penempatan Dana Rp 100 Triliun ke Perbankan, Permintaan Kredit Tumbuh?

Ilustrasi bank digital, layanan perbankan digital.FREEPIK/PCH.VECTOR Ilustrasi bank digital, layanan perbankan digital.

"Penting ditegaskan bahwa yang berubah adalah outlooknya, bukan rating atau kondisinya riilnya. Dan perlu digarisbawahi pula bahwa penurunan outlook ini bukan disebabkan oleh kondisi fundamental perbankan Indonesia," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (27/3/2026).

Dia membeberkan sejumlah indikator kunci perbankan nasional masih solid.

Hal ini tecermin dari kinerja perbankan dari sisi intermediasi, kualitas aset, permodalan, dan likuiditas yang tetap terjaga.

Hingga Desember 2025, pertumbuhan kredit tercatat di atas 9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), sedangkan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh lebih dari 13 persen yoy.

Baca juga: OJK Gandeng Polisi Tangkap Tersangka Tindak Pidana Perbankan PT BPR DCN

Dari sisi permodalan juga masih kuat, rasio kecukupan modal (CAR) berada di kisaran 25 persen, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terjaga rendah di level sekitar 2 persen.

Selain itu, indikator likuiditas seperti Liquidity Coverage Ratio (LCR) juga berada pada level aman, mencerminkan ketahanan perbankan dari sisi pendanaan jangka pendek.

"Secara agregat, fundamental perbankan Indonesia masih sangat kuat," kata Dzulfian.

Ilustrasi bank. SHUTTERSTOCK/ANTON_AV Ilustrasi bank.

Dia menambahkan, ketahanan sektor perbankan ini juga sejalan dengan penilaian Bank Indonesia yang menegaskan stabilitas sistem keuangan masih kuat hingga awal 2026.

Baca juga: OJK: Universal Banking Jadi Strategi Penguatan Industri Perbankan RI

Office of Chief Economist (OCE) Perbanas juga mencatat perbankan tetap resilien di tengah tekanan eksternal, termasuk dinamika geopolitik seperti konflik di kawasan Timur Tengah serta ketidakpastian arah kebijakan global dan domestik.

"Jadi, baik dari sudut pandang mikro-perbankan dan makro-sistem keuangan, fondasi perbankan dan sistem keuangan kita masih solid," ungkapnya.

Khusus pada kelompok Himbara, Dzulfian menyebut kinerja masih menunjukkan daya tahan yang kuat.

Pertumbuhan kredit bank Himbara double digit, bahkan tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri.

Baca juga: Kredit Perbankan Melambat ke 9,37 Persen pada Februari 2026, BI Tetap Optimistis

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau