Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Wisnu Dewobroto
Pendidik dan Peneliti

Pendidik dan Peneliti di bidang Kewirausahaan. Tim Kewirausahaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Sekretaris Umum Komunitas Tangan Diatas.

Menata Ulang Kewirausahaan Nasional: Dari Kompetisi ke Keberlanjutan

Kompas.com, 28 Maret 2026, 13:05 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

DALAM beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen yang semakin kuat dalam mendorong lahirnya wirausaha baru, khususnya dari kalangan generasi muda.

Berbagai program digulirkan secara masif, mulai dari tingkat sekolah menengah hingga perguruan tinggi.

Di tingkat SMA/SMK, hadir FIKSI (Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia) yang menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan ide bisnis dan inovasi.

Setiap tahun FIKSI bahkan diselenggarakan dalam skala nasional melalui expo di Smesco Convention Hall, menampilkan karya dan ide bisnis dari berbagai daerah di Indonesia.

Di tingkat perguruan tinggi, pemerintah melalui Direktorat Belmawa Diktisaintek membuat P2MW (Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha) yang secara eksplisit bertujuan mendorong kampus membangun ekosistem kewirausahaan sekaligus mencetak mahasiswa menjadi pelaku usaha.

Dari survei tiap tahunnya, program ini berhasil menjangkau lebih dari 5000 mahasiswa dan melibatkan lebih dari 500 kampus.

Sekitar 90 persen peserta menyatakan bahwa program ini memberikan manfaat signifikan, terutama dalam hal pengalaman langsung menjalankan usaha, meningkatkan ketangguhan, dan kemampuan problem solving.

Jika dilihat secara keseluruhan, upaya ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun fondasi kewirausahaan nasional.

Baca juga: Paradoks di Peron 7 Stasiun Bekasi: Buruh Digital Tanpa Bayaran adalah Kita

Ribuan peserta terlibat, ide bisnis bermunculan, dan berbagai ajang expo serta kompetisi menjadi ruang aktualisasi bagi generasi muda.

Namun, di balik geliat tersebut, muncul pertanyaan yang semakin sering terdengar: apakah program-program ini benar-benar menghasilkan wirausaha yang bertahan?

Banyak Ide, Sedikit yang Berlanjut

Salah satu tantangan terbesar dalam program kewirausahaan adalah keberlanjutan. Data terbaru menunjukkan bahwa meskipun banyak peserta merasakan manfaat selama program berlangsung, belum ada informasi yang jelas mengenai berapa banyak usaha yang tetap berjalan setelah program selesai.

Dalam P2MW, misalnya, laporan resmi lebih menekankan pada peningkatan pengalaman belajar dan pengembangan karakter kewirausahaan, seperti ketangguhan dan kemampuan problem solving.

Namun, data mengenai survival rate usaha pasca-program tidak banyak dipublikasikan.

Hal yang sama ada di program lain serupa. Pemerintah menampilkan beberapa kisah sukses alumni yang berhasil mengembangkan usaha dengan omzet stabil, bahkan mencapai jutaan rupiah per bulan.

Ini tentu menjadi bukti bahwa program dapat memberikan dampak nyata. Namun, kisah tersebut masih bersifat individual, belum mencerminkan gambaran keseluruhan peserta.

Ketiadaan data dan informasi ini menjadi indikator penting bahwa fokus program masih cenderung pada aktivitas dan output jangka pendek, seperti jumlah peserta, jumlah proposal, atau jumlah pemenang lomba, bukan pada outcome jangka panjang berupa bisnis yang bertahan dan berkembang.

Akibatnya, kita melihat fenomena berulang: banyak ide lahir, tetapi hanya sedikit yang benar-benar tumbuh menjadi usaha yang berkelanjutan.

Kondisi ini memunculkan kritik yang tidak bisa diabaikan: apakah pemerintah sedang mengalokasikan anggaran besar untuk program yang dampaknya belum optimal?

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau