Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Guru Besar Unja, Waktu SD Pernah Jualan Es Keliling Kampung

Kompas.com, 19 Oktober 2023, 10:01 WIB
Albertus Adit

Penulis

KOMPAS.com - Menjadi profesor adalah kebanggaan tersendiri bagi seseorang. Apalagi jika hal itu didapatkan melalui proses yang panjang.

Seperti dialami oleh Prof. Ir. Darlis, M.Sc., Ph.D., yang kini menjadi guru besar dalam bidang ilmu Nutrisi Ruminansia Kecil di Universitas Jambi (Unja).

Dilansir dari laman resmi Unja, Rabu (18/10/2023), dosen Fakultas Peternakan Unja tersebut menempuh pendidikan SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi di kota kelahirannya di Padang.

Sedang pada tahun 1982-1987 ia menempuh pendidikan S1 di Faperta Universitas Andalas (Unand).

Baca juga: Ini Cerita Guru Besar Unja yang Dulu Sempat Kerja Serabutan

Selanjutnya pada 1988 terdaftar sebagai dosen di Fakultas Peternakan Unja. Lalu pada tahun 1992 melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Pertanian Malaysia atas beasiswa SEARCA dan lulus pada 1995.

Pendidikan S3 ditempuhnya di Universitas Pertanian Malaysia yang telah berganti nama menjadi Universiti Putra Malaysia pada tahun 1997 atas beasiswa Pemerintah Malaysia dan lulus pada tahun 2001.

Darlis yang merupakan anak ke-2 dari 6 bersaudara tersebut memiliki ayah yang bekerja di Kantor Gubernur Sumatera Barat, dan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga yang tidak bekerja.

Karena termasuk golongan rendah, sewaktu SD ia berjualan es keliling kampung untuk uang jajan sekolahnya. Dengan begitu dirinya tidak lagi meminta uang jajan kepada orangtuanya.

Kemudian, masuk bangku SMP ia berhenti berjualan dan fokus belajar hingga akhirnya meraih juara umum 3 tahun berturut-turut.

Ia menceritakan dahulunya ketika sudah masuk ke perguruan tinggi, orangtua nya berjualan untuk memenuhi ekonomi keluarga.

Jam 3 pagi orangtuanya sudah bangun untuk menyiapkan barang dagangannya, orangtuanya juga selalu memastikan bahwa anaknya harus bangun pagi untuk pergi menimba ilmu.

Begitu besar kasih sayang dari kedua orangtuanya untuk selalu memberikan dorongan dan motivasi agar anak-anaknya tetap fokus pada sekolahnya dan dapat mewujudkan cita-cita mereka.

Darlis juga memberikan motivasi bagi mahasiswa yang sedang berusaha memperjuangkan cita-citanya, dan berpesan untuk selalu belajar pada hal-hal yang baru.

Baca juga: Ini Mahasiswi Unja yang Aktif Ikut Kegiatan UN Foundation

"Teruslah belajar, cari hal-hal di luar dari apa yang sedang kita pelajari agar makin banyak pengetahuan baru yang kita dapatkan, jadi belajar di luar apa yang kita geluti dan kalau bisa sampai ke luar negeri," pungkas dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau