KOMPAS.com - Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Tatang Muttaqin mengatakan, lulusan pendidikan vokasi, termasuk SMK tidak bisa hanya mengandalkan dunia industri untuk menyerap tenaga kerja.
Kata Tatang, lulusan satuan pendidikan atau sekolah vokasi harus bisa juga menjadi wirausaha muda dan membantu membuka lapangan pekerjaan.
"Satuan pendidikan vokasi perlu menciptakan lapangan kerja sendiri dengan menyiapkan calon-calon wirausaha muda yang dibina sejak dari bangku sekolah," kata Tatang melalui keterangan tertulis, Selasa (3/11/2024).
Menurut Tatang, sejak 2020 hingga tahun 2024, proyek kreatif dan kewirausahaan telah memberikan kesempatan kepada 16.400 siswa yang tersebar di 820 SMK di seluruh Indonesia untuk mengalami merintis usaha dengan pendampingan dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Baca juga: Data BPS: Lulusan SMK Cukup Tunggu 0-2 Bulan buat Diterima Kerja
Kegiatan kewirausahaan yang dikembangkan oleh para siswa ini didorong agar berbasis potensi lokal.
"Dengan demikian, ketika mereka lulus nantinya mereka bisa mengolah potensi yang ada di sekitar mereka menjadi ide-ide kewirausahaan yang bisa mengakselerasi keterserapan lulusan SMK dan pengembangan potensi ekonomi lokal," ujarnya.
Salah satu praktik baik program kewirausahaan ini, menurut Tatang, adalah SMK Negeri Satu Atap Pandanarum, Jawa Tengah.
SMK ini berhasil mengembangkan kelompok wirausaha melalui usaha kerajinan kayu Suvenir dan Selendang Pintu Ukir.
Usaha ini melakukan promosi melalui brosur, media sosial lokapasar, dan kelompok wirausaha siswa ini juga rajin mengikuti pameran kerajinan daerah yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah.
Baca juga: Jadwal SNBP 2025 Mulai Desember? Siswa SMA-SMK Kelas 12 Wajib Cek
Sehingga rata-rata omzet kelompok wirausahaa siswa ini mencapai Rp 5 juta per bulan.
Tatang menambahkan, penguatan kewirausahaan untuk mendongkrak lulusan vokasi tidak hanya ditujukan untuk peserta didik SMK.
Tetapi Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan juga berupaya meningkatkan kebekerjaan lulusan vokasi melalui program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW).
"Di tahun 2024 ini, program PKK dan PKW di beberapa LKP (lembaga kursus dan pelatihan) masih berjalan. Akan tetapi, jika berkaca pada tahun 2023, terdapat 69,31 persen yang sudah mendapatkan pekerjaan melalui program PKK dan 87,16 persen alumni yang mampu merintis usaha melalui program PKW," ungkapnya.
Baca juga: Beasiswa BCA 2025 buat Siswa SMA-SMK, Ada Uang Saku dan Kesempatan Kerja
Melihat angka tersebut, Tatang meyakini bahwa program PKK dan PKW 2024 akan berdampak signifikan pula untuk menekan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di tahun depan.
"Sepanjang tahun 2024, capaian peserta didik program PKK mencapai 55.255 orang dan peserta didik program PKW 24.732 orang," pungkas Tatang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangArtikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya