Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membaca Buku Penulisan Ulang Sejarah Indonesia

Kompas.com, 15 Desember 2025, 19:16 WIB
Melvina Tionardus,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sejarah Indonesia telah ditulis ulang dan diterbitkan dalam bentuk buku secara nasional oleh Kementerian Kebudayaan RI, Minggu (14/12/2025).

Buku yang terdiri dari 11 jilid dengan tebal 7.958 halaman ini dapat dibaca oleh publik secara luas.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menuturkan ke depannya buku akan dijadikan dengan format digital sehingga dapat dibaca melalui daring.

Buku penulisan ulang sejarah Indonesia ini juga akan memiliki kode identifikasi unik International Standard Book Number (ISBN).

Baca juga: Buku Penulisan Ulang Sejarah Indonesia Tebalnya 7.958 Halaman, Bicara Apa Saja?

Masyarakat yang mau membaca buku tidak dikenai biaya

Namun buku ini belum dicetak secara massal.

"Nanti setelah selesai final, karena ini ISBN, kita akan cetak, tapi kita juga akan upayakan online. Digital maksudnya," ucap Fadli Zon usai peluncuran buku tersebut di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta Pusat, Minggu.

Ia juga memastikan akses masyarakat untuk membaca buku ini tidak dikenai biaya.

"Iyalah gratis. Ini dibiayai oleh APBN," kata Fadli Zon.

Lebih lanjut karena baru diluncurkan secara soft launching, Fadli Zon mengatakan ada kemungkinan untuk menambahkan masukan-masukan minor dari berbagai pihak ke dalam isi buku.

Baca juga: Buku Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Ini Judul dan Penampakannya

Pencetakan dilaksanakan tahun depan

"Mungkin ada nanti beberapa lagi yang melihat masukan, kalau ini sampai final, nanti kita harapkan distribusi maupun diseminasi dan juga pencetakannya kita laksanakan tahun depan," ujar Fadli Zon.

Adapun buku ini ditulis oleh 123 penulis dari 34 perguruan tinggi dan juga lembaga non-perguruan tinggi Tanah Air.

Dengan melibatkan tiga orang ahli sejarah sebagai editor umum dan 20 orang sebagai editor jilid.

Salah satu editor umum buku penulisan ulang sejarah Indonesia, Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum.KOMPAS.com/MELVINA TIONARDUS Salah satu editor umum buku penulisan ulang sejarah Indonesia, Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum.

Judul 10 jilid utama

Jilid terakhir atau kesebelas berisi faktaneka dan daftar pustaka.

1. Akar Peradaban Nusantara

2. Nusantara dalam Jaringan Global: Perjumpaan dengan India, Tiongkok dan Persia

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau