KOMPAS.com - Bencana banjir Sumatera yang dipicu oleh siklon tropis Senyar menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan sejak dini perlu.
Harapannya, dengan pendidikan sejak dini, anak bisa berkembang menjadi pemimpin yang memprioritaskan lingkungan.
Salah satu ekosistem penting yang perlu dikenalkan pada anak adalah gambut, area yang terbentuk dari material organik selama belasan ribu tahun.
Gambut juga ekosistem penting di Sumatera, seperti di Banyuasin dan Ogan Komering Ilir. Kerap kali, ekosistem itu rusak akibat kebakaran hutan.
Masalahnya, bagaimana harus mengajarkan anak soal lingkungan? Adakah buku anak yang bisa dijadikan referensi dan gratis?
Baca juga: WWF: Pendidikan Lingkungan Harus Jadi Budaya Sekolah, Bukan Tambahan Pelajaran
CIFOR-ICRAF, lembaga riset kehutanan dan pertanian dunia, menginisiasi penerbitan 3 buku cerita anak-anak bertema gambut.
Bekerja sama dengan Forum Koordinasi Daerah Aliran Sungai Provinsi Sumatera Selatan (Forum DAS), mereka menerbitkan seri buku cerita bertema gambut, yakni Ranti Mencari Gambut, Eko Melukis Gambut, dan Sinta Bersahabat dengan Gambut.
3 buku tersebut diangkat dari kisah nyata di salah satu desa bernama Desa Lubukbuaya. Penerbitan buku ini diharapkan berkontribusi terhadap khazanah buku pengetahuan untuk anak-anak.
Berikut tautan untuk mengakses dan mengunduh buku tersebut.
Ranti Mencari Gambut:
https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/18595/
Eko Melukis Gambut:
www.cifor-icraf.org/publications/pdf/books/Eko-Melukis-Gambut.pdf
Sinta Bersahabat dengan Gambut:
www.cifor-icraf.org/publications/pdf/books/Sinta-Bersahabat-dengan-Gambut.pdf
Baca juga: Saatnya Pendidikan Lingkungan Menjadi Mata Pelajaran Wajib
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang