Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemendikdasmen Tetap Dukung Sekolah Rakyat, Sediakan Kurikulum dan Guru

Kompas.com, 28 Januari 2026, 15:23 WIB
Sania Mashabi,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan pihaknya tetap mendukung pelaksanaan Sekolah Rakyat.

Sekolah Rakyat adalah sekolah yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto untuk anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Mu'ti mengatakan, dukungan yang tetap diberikan antara lain dari segi penyediaan kurikulum yang digunakan untuk pembelajaran para siswa.

"Bisa kita lihat bagaimana Sekolah Rakyat terselenggara dengan baik dan benar-benar memberi manfaat besar bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu," kata Mu'ti dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (28/1/2026).

Baca juga: Kemendikdasmen Siapkan Rp 14 T untuk Kesejahteraan Guru Non ASN Tahun 2026

Dukung skema penyiapan dan pemenuhan guru Sekolah Rakyat

Selain aspek kurikulum, Mu’ti mengatakan, pihaknya juga mendukung skema penyiapan dan pemenuhan guru Sekolah Rakyat.

Mu'ti menuturkan, para guru yang bertugas di Sekolah Rakyat dibekali pelatihan khusus, menyesuaikan dengan kurikulum multi-entry dan multi-exit yang diterapkan.

Sehingga proses pembelajaran di Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjawab kebutuhan dan latar belakang siswa yang beragam.

Baca juga: Kemendikdasmen Minta Lagu Rukun Sama Teman Dinyanyikan Saat Upacara Bendera di Sekolah

ilustrasi guru (canva.com) ilustrasi guru

Dukung penguatan kapasitas kepala sekolah dan guru

Kemendikdasmen juga mendukung penguatan kapasitas kepala sekolah dan guru melalui program pelatihan yang dilaksanakan bersama Kementerian Sosial.

Kepala sekolah telah mengikuti pembekalan khusus, sementara sebagian besar guru yang merupakan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) siap diterjunkan dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat.

Mu'ti menegaskan Sekolah Rakyat menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri.

Menurutnya, sekolah ini adalah tempat generasi muda tumbuh dan berkembang menjadi bangsa yang hebat.

Baca juga: Antisipasi Kendala Teknis TKA SD-SMP 2026, Kemendikdasmen Koordinasi dengan PLN hingga Kominfo

Program Sekolah Rakyat dirancang bagi anak-anak yang sempat terputus dari layanan pendidikan formal agar kembali memperoleh hak belajar secara layak dan bermutu.

"Kemendikdasmen bersama kementerian terkait memastikan bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat akan berjalan sejalan dengan sekolah umum yang berada dalam kewenangan kementerian agar berjalan berkelanjutan, inklusif, dan berkualitas," ucap Mu'ti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau