Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Ryaas, Driver Ojol Kuliah di UGM, Penghasilan Bisa Rp 3 Juta

Kompas.com, 1 Februari 2026, 14:00 WIB
Sandra Desi Caesaria,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menjalani perkuliahan saja sudah memakan waktu. Terutama kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), seringkali banyak agenda yang cukup menyita waktu.

Apalagi kalau memutuskan sambil bekerja. Dua peran yang dijalankan sekaligus oleh Ryaas Amin. Sehari-hari ia adalah mahasiswa dari Fakultas Psikologi UGM yang menjalani kuliah.

Tetapi ia juga kuliah sambil bekerja sebagai pengantar makanan dan ojek online (ojol).

Dedikasinya terhadap pendidikan yang dibarengi oleh semangat dalam memenuhi kebutuhan hidup, membuat Ryaas Amin menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi segala situasi.

Baca juga: Profil Friderica Kepala OJK Baru, Mantan Artis Lulusan UGM dan Kampus Amrik

Ia harus bekerja sebagai ojol untuk memenuhi kebutuhan pribadi dengan usaha sendiri, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada orangtua.

Ia memulai usahanya pertama kali dengan mencoba menjadi pengemudi ojek daring. Seiring dengan berjalannya waktu, dia kemudian mencoba layanan pesan-antar makanan.

Awalnya, ia memakai motor dari sang kakak sebagai kendaraan untuk membantunya menghantar dan menjemput pesanan.

Untuk sekarang, ia memakai kendaraan dari pamannya sebagai kendaraan utama dalam menjalani pekerjaannya.

Bisa bayar kuliah sendiri

Berkat kerja keras dan usahanya, ia berhasil membayar biaya pendidikannya secara mandiri. Dalam menjalani perkuliahannya, ia selalu berusaha untuk membagi waktu, supaya tidak ada yang terlewat dan tertinggal.

“Sebenarnya kalau manajemen waktu, aku biasanya mulai merencanakannya pas memilih mata kuliah atau saat masa KRS. Jadi, saat memilih mata kuliah, aku juga harus mempertimbangkan jumlah SKS sebagai patokan waktu antara waktu kuliah dan bekerja,” ungkapnya, dilansir dari laman UGM, Minggu (1/2/2026).

Keputusan tersebut yang bukan lah hal yang mudah untuk dilakukan. Ia mempertimbangkan beberapa hal sebelum memutuskan untuk menekuni pekerjaan yang berfokus pada pelayanan online pesan-antar makanan.

"Kalau pekerjaannya tuh sebenernya relatif mudah, karena fleksibel dan bisa dilakukan di mana aja. Kalau ditekuni tuh penghasilannya juga tidak mengecewakan, kok,” ungkapnya.

Baca juga: Syarat dan Jadwal Beasiswa S1 UMS 2026, Bisa Pilih Jurusan Kedokteran

Universitas Gadjah Mada. 10 universitas dengan jurusan terbaik di Indonesia versi THE 2026.ugm.ac.id Universitas Gadjah Mada. 10 universitas dengan jurusan terbaik di Indonesia versi THE 2026.

Penghasilan bisa sampai Rp 3 Juta

Menurutnya, sebuah impian dan keinginan merupakan hal yang harus diperjuangkan. Ia selalu berusaha untuk mewujudkan impiannya dengan usaha dan kerja keras.

Hal tersebut menjadi motivasi utamanya dalam menjalani kuliah sembari menekuni pekerjaannya sebagai pengemudi ojek online.

Ia menyebutkan pengahasilannya rata-rata Rp 3 juta per bulan. Tentu pendapatannya bisa di atas UMK Yogya yang cuma Rp 2,8 juta. Meski untuk mencapai angka segitu tentu harus dibarengi kerja keras. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau