Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3.855 Orang Daftar Jalur Golden Ticket Masuk Unair 2026

Kompas.com, 28 Maret 2026, 12:00 WIB
Sania Mashabi,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sebanyak 3.855 orang mendaftar jalur golden ticket untuk bisa masuk Universitas Airlangga (Unair) tanpa tes di tahun 2026.

Rektor Unair Muhammad Madyan mengatakan, antusiasme pendaftar tahun ini cukup besar dan menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di Unair.

Demi menjaga objektivitas dalam penilaian, Unair menerapkan sistem pemetaan berbasis kuadran.

Baca juga: NUS Kampus Terbaik Asia, 28 Bidang Jadi Top 10 QS WUR by Subject 2026

"Kuadran ini menggambarkan kombinasi antara capaian akademik atau yang kita sebut Akademik Excellent dan Prestasi Excellent, sehingga penilaian dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan adil," kata Madyan dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (27/3/2026).

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UNAIR) ini menjelaskan, kuadran 1 adalah pendaftar golden ticket yang memiliki prestasi akademik dan non akademik yang sangat bagus.

Kemudian, kuadran 2 merupakan pendaftar golden ticket yang memiliki prestasi akademik yang bagus dan non akademik sangat bagus.

Baca juga: Pemkab Bojonegoro Tawarkan Beasiswa, Total Dana Rp 40 Miliar

Sementara kuadran 3, kandidat peserta golden ticket yang mempunyai prestasi akademik yang standar dan kuadran 4, merupakan kandidat peserta golden ticket yang memiliki prestasi akademik yang sangat baik, namun prestasi non akademik yang standar.

"Bagi peserta yang masuk di dalam kuadran 2, itulah yang diusulkan untuk mendapatkan golden ticket jalur SNBP," ujarnya.

Madyan menuturkan, bahwa dari keseluruhan pendaftar, setelah melalui proses seleksi awal, terdapat 207 siswa yang masuk dalam kuadran 1, dan 68 siswa pada kuadran 2.

Baca juga: Kisah Kenzo, Biayai Kuliah S1-S2 dari Ngojol hingga Jadi Wisudawan Terbaik

"Oleh karena itu, proses seleksi selanjutnya menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa kandidat terbaik dapat teridentifikasi secara objektif dan komprehensif," ungkapnya.

Ia pun mengimbau bagi siswa yang belum berkesempatan diterima di jalur golden ticket untuk tidak berputus asa sebab masih banyak jalur untuk masuk ke UNAIR, seperti jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan Mandiri.

Baca juga: Unesa Gelar Tanya Jawab UTBK SNBT di Kampus Tanggal 31 Maret dan 1 April 2026

Jalur Mandiri, kata Madyan juga terdapat beberapa skema penerimaan lagi.

"Di mana pun nantinya kita akan menempuh pendidikan selanjutnya, adalah merupakan skenario terbaik dari Allah SWT, tugas kita hanya jangan pernah berhenti berikhtiar dan berdoa. Jangan berputus asa, karena masih ada banyak jalur untuk masuk ke Universitas Airlangga," pungkas Madyan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau