Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Eks Yakuza Wanita yang Tinggalkan Masa Lalu, Kini Jadi Pembimbing Mantan Mafia

Kompas.com, 16 Oktober 2025, 13:18 WIB
Inas Rifqia Lainufar

Penulis

Sumber AFP

GIFU, KOMPAS.com — Ujung jari yang terpotong menjadi bukti masa lalu Mako Nishimura sebagai salah satu dari sedikit wanita yang menjadi anggota Yakuza di Jepang.

Setelah bertahun-tahun hidup di dunia kriminal, Nishimura kini mengabdikan hidupnya untuk membantu para mantan anggota mafia kembali menata kehidupan.

Dari apartemennya yang sempit di wilayah Gifu, ia menceritakan perjalanan hidupnya yang penuh liku, dari kekerasan hingga pembelajaran kembali menjadi manusia biasa.

Baca juga: Awal Mula Perpecahan Yakuza Jepang, Kini Ingin Akhiri Pertikaian

Dari Yakuza ke kehidupan normal

Mako Nishimura, eks Yakuza wanita yang tinggalkan dunia kriminal, kini bekerja di lokasi pembongkaran.YUICHI YAMAZAKI Mako Nishimura, eks Yakuza wanita yang tinggalkan dunia kriminal, kini bekerja di lokasi pembongkaran.

Nishimura (58) mengubah citra patriarkal Yakuza selama lebih dari tiga dekade, di mana kekuatan fisik dan kepemimpinan otoriter mendominasi.

“Saingan saya memandang rendah hanya karena saya seorang wanita, itu yang saya benci,” katanya kepada AFP, dikutip pada Kamis (16/10/2025).

“Saya ingin diakui sebagai Yakuza. Jadi saya belajar berbicara, bergerak, dan bertarung seperti laki-laki,” imbuhnya.

Dia diyakini menjadi wanita Yakuza pertama yang diakui resmi oleh pihak berwenang, setelah dipenjara karena kepemilikan narkoba pada usia 22 tahun.

Meski data resmi polisi tidak memverifikasi jumlahnya, para ahli menyebut keanggotaan wanita dalam Yakuza sangat jarang.

Mantan detektif anti-mafia Yuichi Sakurai bahkan mengatakan, “Saya belum pernah melihat wanita Yakuza dalam 40 tahun karier saya, tapi mungkin ada beberapa yang termasuk dalam angka tahunan yang dilacak polisi.”

Kini, Nishimura telah meninggalkan dunia kriminal sekitar lima tahun lalu. Ia bekerja di lokasi pembongkaran—salah satu pekerjaan yang menerima orang dengan lengan penuh tato—dan memimpin cabang Gifu Gojinkai, sebuah organisasi non-profit yang membantu mantan kriminal menyesuaikan diri kembali ke masyarakat.

Yuji Moriyama, salah satu mantan anggota mafia yang kini menjadi “anak buah” Nishimura, mengenang, “Dia seperti kakak perempuan. Dia menegur kami dengan pantas,” kata Moriyama.

“Dia bikin saya ketakutan dulu,” ujarnya sambil tertawa.

Nishimura sendiri menegaskan bahwa melakukan sesuatu yang baik untuk orang lain memberinya rasa percaya diri, sehingga ia perlahan kembali menjadi “manusia normal”.

Baca juga: Pemimpin Geng Yakuza Mengaku Bersalah di AS, Selundupkan Material Nuklir dari Myanmar ke Iran

Masa lalu yang kelam

Masa lalu Nishimura penuh dengan kekerasan, pemerasan, dan perdagangan narkoba sejak ia bergabung dengan klan Yakuza utama pada usia 20 tahun.

Halaman:

Terkini Lainnya
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Internasional
Irak Mendadak 'Lupa Perang' Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Irak Mendadak "Lupa Perang" Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Internasional
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Internasional
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Kisah Eks Yakuza Wanita yang Tinggalkan Masa Lalu, Kini Jadi Pembimbing Mantan Mafia
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat