Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khamenei Akui Ribuan Demonstran Tewas, Trump: Sudah Saatnya Iran Ganti Pemimpin Baru

Kompas.com, 18 Januari 2026, 09:38 WIB
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Penulis

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden AS, Donald Trump merespons pidato pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei yang menyebut demo di negaranya telah menewaskan ribuan orang.

"Sudah saatnya Iran ganti pemimpin baru," kata Trump kepada Politico, dikutip dari Fox News, Sabtu (17/1/2026).

"Yang menjadi kesalahannya, sebagai pemimpin suatu negara, adalah penghancuran total negara dan penggunaan kekerasan pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya," lanjutnya.

Trump menyatakan, kepemimpinan adalah tentang rasa hormat, bukan rasa takut dan kematian.

Baca juga: Khamenei Akui Ribuan Orang Tewas dalam Demo Iran, Salahkan AS-Israel

Ia bahkan menyebut Khamenei sebagai "orang sakit" dan memintanya untuk memimpin negara dengan benar.

"Negaranya adalah tempat terburuk untuk ditinggali di dunia karena kepemimpinan yang buruk," ujarnya.

"Keputusan terbaik yang pernah dia (Khamenei) buat adalah tidak menggantung lebih dari 800 orang dua hari lalu," tambahnya.

Baca juga: Selandia Baru dan Slovakia Tutup Kedutaan Iran, Diplomat Dipulangkan Serentak

Pidato Khamenei

Sebelumnya, dalam pidato publik pada Sabtu, Khamenei mengakui korban jiwa demo Iran mencapai ribuan orang.

Ia juga menuduh AS dan Israel berada di balik kekerasan dalam aksi demonstrasi itu.

"Mereka yang terkait dengan Israel dan AS menyebabkan kerusakan besar dan membunuh beberapa ribu orang," kata Khamenei, dikutip dari Al Jazeera, Sabtu.

Khamenei juga menyebut Trump sebagai kriminal dan menuding keterlibatan langsung dalam aksi pemberontakan tersebut.

Pihak berwenang Iran memang semakin sering menyalahkan kekuatan asing, khususnya AS dan Israel, atas eskalasi kekacauan dalam negeri.

Baca juga: AS–Iran Saling Tahan Diri di Tengah Ketegangan, Sinyal Batal Perang?

Mereka menuduh dua negara itu berperan dalam mengatur dan mengarahkan kerusuhan dari luar atau melalui agen-agen di lapangan.

Khamenei memperingatkan, meski Iran tak berniat menciptakan konflik di luar negeri, para pelaku di dalam dan luar akan tetap mendapat balasan. 

"Kami tidak akan menyeret negara ini ke dalam perang, tetapi kami tidak akan membiarkan penjahat domestik atau internasional lolos tanpa hukuman," tegasnya.

Hingga kini, Human Rights Activists News Agency yang berbasis di AS mencatat, lebih dari 3.000 orang tewas dalam demo Iran.

Sementara, menurut NetBlocks, pemadaman internet di seluruh negeri telah mempersulit verifikasi independen, dengan konektivitas turun hingga sekitar 2 persen dari tingkat normal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Internasional
Irak Mendadak 'Lupa Perang' Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Irak Mendadak "Lupa Perang" Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Internasional
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Internasional
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Khamenei Akui Ribuan Demonstran Tewas, Trump: Sudah Saatnya Iran Ganti Pemimpin Baru
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat