Penulis
TEHERAN, KOMPAS.com – Beberapa pekan setelah operasi Amerika Serikat yang menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump mulai mengarahkan pendekatan serupa terhadap Iran.
Ia mengirim apa yang disebutnya sebagai “armada” ke dekat wilayah Iran dan memperingatkan Pemerintah Teheran yang dinilainya otoriter.
Meski Trump merasa terdorong oleh apa yang ia anggap sebagai keberhasilan taktis di Venezuela, situasi Iran disebut jauh lebih kompleks.
Baca juga: Berpotensi Jadi Target Iran, Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Para pejabat dan analis menilai perbedaan struktur kekuasaan, kondisi militer, serta dampak regional membuat risiko di Iran jauh lebih besar.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei saat berpidato dalam siaran televisi di Teheran, 18 Juni 2025, ketika perang Israel-Iran berkecamuk.Setelah pasukan khusus AS menangkap Maduro dan istrinya pada 3 Januari 2026 untuk menghadapi dakwaan perdagangan narkoba di New York—tuduhan yang mereka bantah, Trump menekan penerusnya, Wakil Presiden Delcy Rodriguez, dengan ancaman serangan baru jika tidak memenuhi keinginan Washington, dimulai dari akses terhadap minyak negara itu.
Seperti halnya Maduro, salah satu prinsip utama kepemimpinan di Teheran adalah perlawanan terhadap Amerika Serikat.
Namun, di Iran disebutkan hanya ada sedikit tanda-tanda perpecahan dalam tubuh negara.
Republik Islam Iran bertumpu pada Garda Revolusi, yang dalam beberapa pekan terakhir secara brutal dilaporkan menumpas protes massal, menewaskan ribuan orang.
Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (86) tidak pernah meninggalkan negara itu sejak 1989.
Sebagai ulama Syiah, ia hidup sederhana dan dibesarkan dalam tradisi keagamaan yang menjunjung kemartiran.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kepada komite Senat, Iran kini lebih lemah daripada sebelumnya sejak revolusi 1979 yang menggulingkan shah pro-Barat.
Namun, ia juga mengatakan bahwa tidak ada “jawaban sederhana” mengenai apa atau siapa yang akan menggantikan Khamenei jika ia jatuh.
“Saya membayangkan situasinya akan jauh lebih kompleks dibanding Venezuela,” ujarnya.
Trump mengatakan di media sosial bahwa armada AS di dekat Iran lebih besar daripada yang dikirim ke Venezuela.