Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pesawat Penumpang Iran Kena Serangan AS-Israel, Hancur Berkeping-keping

Kompas.com, 5 Maret 2026, 19:41 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

Sumber NDTV

TEHERAN, KOMPAS.com - Serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel mengenai pesawat penumpang yang sedang parkir di Bandara Bushehr, Teheran, Iran.

Media Iran pada Selasa (3/3/2026) melaporkan bahwa pesawat tersebut hancur berkeping-keping terkena serangan udara. 

Insiden ini merupakan bagian dari serangan besar-besaran yang menargetkan pusat komando Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), fasilitas rudal, pertahanan udara, hingga kompleks kepemimpinan Iran.

Baca juga: Rusia Akhirnya Buka Suara soal Dukungan Militer ke Iran dalam Perang

Selain di Bushehr, serangan juga menyasar ibu kota Teheran, sebagaimana dilansir NDTV

Kantor berita Mehr News Agency merilis foto-foto yang menunjukkan gumpalan asap abu-abu membubung ke langit di balik landasan pacu Bandara Mehrabad.

"Teroris Amerika-Zionis menyerang area di sekitar bandara Mehrabad di bagian barat ibu kota," tulis laporan Mehr News Agency dikutip dari artikel aslinya.

Di awal serangan, militer AS dan Israel mengerahkan berbagai rudal balistik, termasuk rudal Tomahawk dari kapal perang di Teluk Persia, serta jet tempur siluman generasi kelima seperti F-22 dan F-35.

Baca juga: Situasi Memanas, Kapal Perang Iran Merapat ke Sri Lanka Usai Serangan Torpedo AS

Gugurnya Khamenei

Di awal-awal, konflik langsung mencapai puncaknya setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan di kompleks kediamannya di pusat kota Teheran pada hari pertama operasi.

Laporan media menyebutkan bahwa serangan ini telah direncanakan selama berbulan-bulan. 

Operasi intelijen tersebut melibatkan peretasan kamera lalu lintas untuk melacak konvoi Khamenei guna mengonfirmasi posisinya di hari serangan.

Pihak Iran merespons serangan tersebut dengan meluncurkan rentetan rudal dan pesawat nirawak bunuh diri, di mana drone Shahed menjadi senjata utama. 

Baca juga: Eropa Kini Berani Terang-terangan Lawan Trump, Tolak Perang Iran

Serangan balik ini tidak hanya menyasar target di Israel dan pangkalan militer AS, tetapi juga menghantam bangunan sipil di negara-negara tetangga di kawasan Teluk.

Eskalasi ini memicu kekhawatiran akan pecahnya perang regional yang lebih luas di Asia Barat.

Dampak ekonomi global pun mulai terasa setelah Iran memutuskan untuk menutup Selat Hormuz. 

Jalur pelayaran ini sangat krusial bagi pasokan energi dunia, mengingat rata-rata 20 juta barel minyak mentah dikirim melalui selat tersebut setiap harinya.

Baca juga: Giliran Azerbaijan yang Dihantam Drone Iran, Ancam Balas Teheran

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Internasional
Irak Mendadak 'Lupa Perang' Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Irak Mendadak "Lupa Perang" Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Internasional
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Internasional
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Pesawat Penumpang Iran Kena Serangan AS-Israel, Hancur Berkeping-keping
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat