Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Misteri Kapal Pakistan Bisa Tembus Selat Hormuz Saat Jalur Diblokade

Kompas.com, 17 Maret 2026, 15:01 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

TEHERAN, KOMPAS.com - Pemerintah Iran dilaporkan mulai memberikan izin terbatas bagi kapal-kapal tertentu untuk melintasi Selat Hormuz. 

Langkah ini membuka kembali aliran minyak dan gas dengan skala kecil yang membantu meredam kenaikan harga energi global di tengah ketegangan yang sedang berlangsung.

Berdasarkan data pelacak kapal MarineTraffic, sebuah kapal tanker minyak mentah berbendera Pakistan bernama Karachi tercatat melintasi selat tersebut pada Minggu (15/3/2026) sambil memancarkan GPS-nya. 

Baca juga: Trump Sindir NATO Usai Negara Sekutu Enggan Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Karachi menjadi kapal non-Iran pertama yang melakukan hal tersebut sejak Iran memlokade selat sempit tersebut, sebagaimana dilansir Wall Street Journal, Senin (16/3/2026).

Kapal berukuran sedang yang membawa minyak mentah Abu Dhabi tersebut berangkat dari Pulau Das, pusat pengolahan dan ekspor minyak dan gas lepas pantai di Teluk Persia, sekitar 160 kilometer barat laut daratan Uni Emirat Arab (UEA).

Analis maritim menilai lintasan kapal Karachi mengindikasikan bahwa Iran mulai memberikan izin bagi kargo minyak non-Iran melalui perjalanan aman yang dirundingkan.

"Kapal tersebut transit melalui perairan Iran daripada perairan internasional, yang menandakan bahwa mereka mungkin telah menerima persetujuan transit dari rezim Iran. Ini adalah pola yang perlu diwaspadai ke depannya," ujar Jemima Shelley, analis riset senior di United Against Nuclear Iran.

Baca juga: Eropa Pilih Hati-hati soal Ajakan Trump Amankan Selat Hormuz, Apa Kata Mereka?

Shelley menambahkan, sejauh ini sebagian besar kapal yang melintas adalah armada gelap milik Iran. 

Namun, saat ini Teheran tampak mulai mengizinkan tanker lain lewat, meski belum jelas kriteria kapal seperti apa yang bisa mendapatkan persetujuan tersebut.

Keluarnya minyak dari Teluk Persia berdampak positif pada pasar global. 

Semakin banyak pasokan dari wilayah ini, semakin berkurang persaingan untuk mendapatkan minyak dari Amerika Serikat (AS) dan produsen lain. 

Hal ini terbukti dengan turunnya harga minyak acuan Brent ke level sekitar 100 dollar AS per barrel pada Senin.

Baca juga: Minta Bantuan China Buka Selat Hormuz, Trump Diejek Senator AS

Diplomasi India dan pasokan LPG

Kapal Angkatan Laut Iran sesaat sebelum diserang Amerika Serikat di dekat Selat Hormuz, ketika Operation Epic Fury berlangsung pada 10 Maret 2026.CENTCOM via AFP Kapal Angkatan Laut Iran sesaat sebelum diserang Amerika Serikat di dekat Selat Hormuz, ketika Operation Epic Fury berlangsung pada 10 Maret 2026.

Selain tanker minyak, dua kapal tanker pengangkut gas alam cair atau liquefied petroleum gas (LPG) milik India juga berhasil melintas setelah adanya pembicaraan diplomatik dengan Teheran. 

Kapal Shivalik telah mencapai Pelabuhan Mundra di Gujarat pada Senin, disusul oleh kapal Nanda Devi yang dijadwalkan tiba di pesisir India pada Selasa.

Halaman:

Terkini Lainnya
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Internasional
Irak Mendadak 'Lupa Perang' Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Irak Mendadak "Lupa Perang" Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Internasional
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Internasional
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Misteri Kapal Pakistan Bisa Tembus Selat Hormuz Saat Jalur Diblokade
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat